Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG, FaktaMerah.com – Polres Pandeglang bersama masyarakat mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia dan mengapung di pesisir Pantai Kampung Nelayan 1, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, laki-laki tersebut diketahui berinisial JN (55), warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Maruli, jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mengambil jemuran ikan asin di sekitar lokasi.

“Korban ditemukan oleh warga yang saat itu hendak mengambil jemuran ikan asin. Setelah melihat jasad mengapung di pesisir pantai, warga kemudian memberitahukan kepada masyarakat sekitar dan bersama-sama melakukan evakuasi,” ujar Maruli dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9).

Baca Juga:  Rest Area Jabar Padat Saat Arus Balik Lebaran 2026, Polisi Utamakan Pelayanan Humanis untuk Pemudik

Berdasarkan keterangan keluarga, JN disebut telah beberapa hari tidak pulang ke rumah. Sebelum pergi, JN berpamitan kepada keluarga untuk memancing.

Maruli menyampaikan bahwa berdasarkan identifikasi dan keterangan yang diperoleh, JN disebut tidak berkaitan dengan peristiwa hilang kontak Kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda.

“JN tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa hilang kontak Kapal Arupadhatu 1 di Perairan Selat Sunda. Korban merupakan warga Kecamatan Jiput yang sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing,” kata Maruli.

Pihak keluarga, lanjut Maruli, menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka,” ujarnya.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tidak Terkait KM Arupadatu I
Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam
Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI di Rajeg Berakhir Damai, Kedua Pihak Sepakat Bermusyawarah
Kebakaran Melanda Tumpukan Sampah di Cipondoh, 4 Unit Damkar Dikerahkan
Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah, Api Merembet ke Bambu di Cidadap
Polda Banten Pastikan Helm, Jeriken dan Life Jacket Temuan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Terpisah dari Rombongan Usai Nonton Persib vs Persija, Remaja Berkebutuhan Khusus Ditemukan di Pesing
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:56 WIB

Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Jumat, 25 September 2026 - 03:03 WIB

Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek

Kamis, 24 September 2026 - 16:02 WIB

Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tidak Terkait KM Arupadatu I

Rabu, 23 September 2026 - 14:54 WIB

Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam

Senin, 21 September 2026 - 15:18 WIB

Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI di Rajeg Berakhir Damai, Kedua Pihak Sepakat Bermusyawarah

Berita Terbaru