DEPOK, FaktaMerah.com – Beredar informasi yang mengaitkan keberadaan seorang personel Kostrad dengan dugaan kegiatan pengamanan atau backup terhadap lokasi yang disebut sebagai gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di kawasan bekas Hotel Geng Gong.
Informasi tersebut dibantah. Berdasarkan klarifikasi yang disampaikan, keberadaan personel Kostrad di lokasi tersebut disebut tidak berkaitan dengan kegiatan pengamanan, penjagaan, maupun backup terhadap gudang yang diduga digunakan untuk menyimpan BBM.
Dalam penjelasan tersebut, personel Kostrad disebut sedang dalam perjalanan dari arah Jakarta menuju Cilodong ketika melintas di sekitar bekas Hotel Geng Gong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berada di lokasi, yang bersangkutan disebut melihat adanya perselisihan antara seorang Pak Ogah dan pengemudi taksi Blue Bird. Personel tersebut kemudian menghentikan kendaraannya dan turun dengan maksud membantu melerai perselisihan agar situasi tidak berkembang.
Dalam peristiwa itu, seorang pengemudi Nissan Livina disebut melakukan perekaman menggunakan perangkatnya. Personel Kostrad kemudian mengejar kendaraan tersebut karena mempertanyakan alasan dirinya direkam.
Klarifikasi yang disampaikan menyebutkan bahwa tindakan tersebut tidak berkaitan dengan upaya mengamankan ataupun menutupi dugaan aktivitas penimbunan BBM.
Sementara itu, terkait informasi mengenai dugaan penggunaan lokasi bekas Hotel Geng Gong sebagai tempat penyimpanan BBM jenis solar, sekitar pukul 08.00 WIB disebut telah dilakukan pengecekan oleh aparat penegak hukum (APH) setempat.
Pengecekan tersebut disebut melibatkan unsur Polsek, Polres, dan Denpom 2 Cijantung. Berdasarkan hasil pengecekan sebagaimana disampaikan dalam klarifikasi, tidak ditemukan BBM maupun barang lain yang disimpan di dalam gudang tersebut. Kondisi lokasi disebut dalam keadaan kosong.
Dengan demikian, pihak yang memberikan klarifikasi menyatakan bahwa informasi yang mengaitkan keberadaan personel Kostrad dengan dugaan pengamanan gudang penimbunan solar tidak sesuai dengan fakta yang mereka sampaikan.
Keberadaan personel tersebut di lokasi dijelaskan berkaitan dengan upaya melerai perselisihan yang dilihatnya, serta meminta klarifikasi kepada pengemudi yang melakukan perekaman.
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai dugaan aktivitas penimbunan BBM di lokasi tersebut tetap perlu merujuk pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait.
(Hendrik)
![]()






