BANDUNG, FaktaMerah.com Polda Jawa Barat menyiapkan 2.025 personel kepolisian untuk mengamankan pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Pengamanan tersebut dilaksanakan melalui Operasi Garuda Bakti 2026 yang disiapkan untuk mengawal rangkaian pertandingan Premier Division Grup B pada 24 September hingga 6 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Grup B diisi Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Dalam pengamanan pertandingan, Polda Jabar melibatkan personel dari sejumlah satuan kewilayahan.
Rinciannya, sebanyak 605 personel berasal dari Polda Jabar, 301 personel dari Polrestabes Bandung, 1.078 personel dari Polresta Bandung, dan 41 personel dari Polres Cimahi.
Selain personel kepolisian, pengamanan juga didukung sekitar 290 personel dari sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.
Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif serta didukung penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Menurutnya, kepolisian juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama penyelenggaraan turnamen, termasuk kejahatan jalanan, aksi premanisme, dan potensi gesekan antarsuporter.
“Kami menyadari bahwa ajang berskala internasional ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, melalui Operasi Garuda Bakti 2026, kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum yang tegas,” ujar Adi Vivid, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam pengamanan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah objek dan pihak yang terlibat dalam pertandingan.
Pengamanan mencakup VVIP, VIP, ofisial, pemain, wasit, panitia penyelenggara, hingga masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.
Selain itu, kepolisian melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi gangguan keamanan, termasuk dugaan ancaman terorisme, sabotase, kelompok intoleran, serta rivalitas antarsuporter yang berpotensi menimbulkan gesekan.
Polda Jabar menyatakan seluruh personel yang terlibat akan ditempatkan sesuai kebutuhan pengamanan di kawasan stadion dan sejumlah lokasi yang berkaitan dengan rangkaian pertandingan.
Operasi Garuda Bakti 2026 diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 agar berlangsung dengan aman dan tertib, sekaligus memberikan rasa aman bagi pemain, ofisial, panitia, dan masyarakat.
(Mario Red)
![]()






