TARAKAN, FaktaMerah.com – Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, SH, mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk mengembangkan keterampilan fotografi menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi.
Menurut Rahmawati, fotografi tidak hanya sebatas aktivitas menyalurkan hobi atau mendokumentasikan suatu kegiatan. Jika dikembangkan melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar, keterampilan tersebut berpotensi menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Dorongan itu disampaikan dalam sebuah forum dialog dan pelatihan kreatif yang melibatkan pemuda, mahasiswa, serta perwakilan Karang Taruna di Kota Tarakan, Rabu (28/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat peluang ekonomi di balik industri fotografi dan sektor kreatif lainnya. Mereka juga didorong untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.
“Selama ini kan mereka mikir kalau foto-foto itu tidak bisa mendatangkan uang. Padahal, kalau kita gali, kalau kita berinovasi, berimprovisasi, bisa menjadi sebuah karya yang bisa mendatangkan uang,” ujar Rahmawati.
Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan talenta, kreativitas, dan pengetahuan. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Rahmawati menilai Kalimantan Utara memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Selain fotografi, potensi tersebut mencakup perfilman, seni tari, pelestarian budaya, kuliner khas daerah, hingga berbagai produk kreatif berbasis kearifan lokal.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan dan sosialisasi perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Harapan saya, mudah-mudahan nanti kita lihat bahwa menciptakan lapangan pekerjaan itu datangnya dari anak-anak muda,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmawati mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mulai membangun pola pikir kewirausahaan.
Ia menilai, anak muda yang mampu mengembangkan usaha dari keterampilan dan kreativitasnya berpeluang membuka kesempatan kerja bagi orang lain melalui kolaborasi dan pengembangan bisnis.
“Mereka bisa menciptakan lapangan sendiri, bisa mengambil teman-teman mereka untuk berkolaborasi bekerja di situ,” ungkapnya.
Melalui pengembangan keterampilan dan pembinaan ekonomi kreatif, generasi muda Kaltara diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya wirausaha muda serta memperluas kesempatan kerja di Kalimantan Utara.
(Tim Red)
![]()






