Prof Dr KH Sutan Nasomal Minta Presiden Imbau Peniadaan Festival Tahun Baru 2026, Indonesia Diminta Berduka atas Bencana Alam

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ( FAKTAMERAH.COM ) – Pakar Hukum Internasional, Prof Dr KH Sutan Nasomal SH, MH, menyampaikan pandangannya terkait maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025. Ia meminta Presiden Republik Indonesia untuk mempertimbangkan imbauan nasional agar tidak menyelenggarakan festival atau pesta perayaan Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana.

Hal tersebut disampaikan Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media luar negeri melalui sambungan telepon seluler, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari faktor kerusakan lingkungan, seperti pembabatan hutan dan aktivitas pertambangan yang diduga tidak terkendali. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan dampak serius di masa mendatang apabila tidak dilakukan evaluasi dan penanganan secara menyeluruh oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bencana yang terjadi di berbagai daerah ini perlu menjadi refleksi bersama. Jika tidak ada langkah tegas dan evaluasi serius sejak sekarang, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terus terulang,” ujar Prof Sutan Nasomal.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengimbau agar perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dilakukan secara sederhana, mengingat Indonesia masih berada dalam suasana duka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah, khususnya di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Ia menyoroti bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat terdampak yang hidup dalam kondisi sulit. Bahkan, berdasarkan berbagai laporan yang beredar, jumlah korban jiwa terus bertambah dan kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak tergolong masif.

“Masih banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian bersama,” tambahnya.

Prof Sutan Nasomal juga menyinggung adanya laporan masyarakat yang memasang bendera putih sebagai simbol permohonan bantuan. Ia memperkirakan nilai kerugian akibat bencana alam di wilayah Sumatra bisa mencapai ratusan triliun rupiah, mengingat luasnya wilayah terdampak serta kebutuhan pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat.

“Anggaran pemulihan kemungkinan sangat besar dan perlu diprioritaskan untuk perbaikan wilayah terdampak serta pemulihan kehidupan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Prof Dr KH Sutan Nasomal meminta Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, untuk mengajak seluruh kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota—agar tidak mengalokasikan anggaran daerah untuk kegiatan festival atau pesta Tahun Baru 2026. Menurutnya, dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk membantu penanganan dan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

Baca Juga:  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Ia menilai, di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kebijakan tersebut dapat menjadi bentuk empati negara terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Menutup pernyataannya, Prof Sutan Nasomal mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendoakan keselamatan masyarakat Indonesia serta mendukung langkah pemerintah dalam melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh guna mencegah bencana serupa di masa depan.

Narasumber:
Prof Dr KH Sutan Nasomal SH, MH
Pakar Hukum Internasional
Presiden Partai Oposisi Merdeka
Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

( Setiawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB