JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Nasional memantau 9.138 titik distribusi pangan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota selama periode 5–11 Februari 2026, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Data Posko Satgas Pangan Pusat mencatat pengawasan terbanyak dilakukan pada pedagang dan pengecer (5.939 titik), disusul ritel modern (1.472), grosir (967), distributor (554), produsen (136), dan agen (70).
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas sekaligus Ketua Pelaksana Satgas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, cabai, Minyakita, serta beras medium dan premium menunjukkan tren penurunan harga, meski di beberapa wilayah masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama sepekan, Satgas menerbitkan 128 surat teguran, melakukan 400 pengisian stok kosong, serta mengambil 33 sampel untuk uji laboratorium. Satgas juga merekomendasikan pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar.
Minyakita menjadi perhatian karena masih ditemukan harga di atas HET Rp15.700 per liter. Satgas menyatakan akan memperkuat pengawasan hingga tingkat produsen dan distributor, serta mendorong intervensi pasokan melalui Bulog dan BUMN Pangan.
Selain itu, pemerintah telah menyalurkan 28.765 ton beras SPHP guna menjaga stabilitas harga menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026.
![]()






