BOGOR, FaktaMerah.com – Seorang wartawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Bogor Raya, Ricard, mengaku mendapat perlakuan yang dinilainya tidak menyenangkan saat mendatangi Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Senin (5/10/2026).
Ricard datang ke kantor tersebut setelah menerima undangan melalui pesan singkat untuk menyampaikan berkas resmi. Namun, setibanya di lokasi, ia mengaku sempat dihadang oleh petugas keamanan sebelum dapat menyampaikan maksud kedatangannya.
Berdasarkan keterangan Ricard dan rekaman video yang beredar, kemudian muncul dua orang dari dalam kantor. Salah seorang di antaranya disebut mengenakan pakaian yang menyerupai seragam anggota Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman tersebut, menurut Ricard, terjadi percakapan yang berujung pada tantangan untuk melakukan adu fisik di luar lingkungan kantor.
Ricard menilai tindakan tersebut tidak semestinya terjadi di lingkungan kantor pemerintahan, terlebih ketika dirinya datang untuk menyampaikan dokumen resmi.
“Saya datang untuk menyampaikan berkas sesuai undangan. Saya justru mengalami perlakuan yang membuat saya merasa terintimidasi dan ditantang untuk berkelahi,” ujar Ricard, sebagaimana keterangannya yang disampaikan kepada awak media.
Meski demikian, identitas serta status orang yang disebut mengenakan seragam menyerupai anggota Polri tersebut belum dapat dipastikan. Begitu pula mengenai motif dan kronologi lengkap kejadian masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Ricard berharap pimpinan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dan pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan serta melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
Menurutnya, setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku, bukan dengan ancaman atau tantangan kekerasan.
“Kalau memang ada persoalan terkait kedatangan saya, seharusnya bisa dibicarakan secara baik-baik. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kepada wartawan lain yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor maupun pihak kepolisian terkait dugaan peristiwa tersebut.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor maupun pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan penjelasan sesuai fakta yang sebenarnya.
(Red-Tim)
![]()






