LEBAK, Faktamerah.com – Pemerintah Kabupaten Lebak merespons dugaan ditemukannya belatung dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke MI Al Hadid, Kampung Cijahi, Desa Curugbitung, Kabupaten Lebak.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan dugaan belatung dalam makanan MBG beredar di media sosial. Kejadian itu disebut berlangsung pada Senin (28/9/2026).
Ketua Satgas MBG Kabupaten Lebak yang juga Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengatakan pihaknya telah meminta tim terkait untuk melakukan pengecekan ke lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi sudah saya suruh turun ke lapangan,” ujar Amir Hamzah.
Respons tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Counter Polri DPC Kabupaten Lebak, A. Sutisna. Ia menilai langkah pemeriksaan di lapangan diperlukan untuk memastikan fakta terkait kejadian tersebut sekaligus menjaga pelaksanaan program MBG.
“Kami dari FRIC DPC Lebak sangat mengapresiasi respons cepat Ketua Satgas MBG Kabupaten Lebak, Bapak Amir Hamzah. Ini yang kita harapkan agar program MBG berjalan dengan baik dan tujuan program dapat tercapai,” kata A. Sutisna kepada wartawan, Selasa (30/9/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan, makanan MBG tersebut berasal dari SPPG Yayasan Hamim Center dan didistribusikan ke sekolah. Dugaan adanya belatung diketahui setelah makanan diterima dan sebagian siswa disebut telah menyantap makanan tersebut.
Pihak SPPG kemudian mendatangi sekolah dan menyampaikan permintaan maaf terkait kejadian tersebut.
Sementara itu, mengenai kemungkinan pemberian sanksi, Amir Hamzah sebelumnya menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada pada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu tergantung BGN. Satgas tidak punya kewenangan,” ujar Amir.
A. Sutisna mengatakan FRIC DPC Lebak akan memantau tindak lanjut penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami tetap kawal sampai ada kepastian mengenai tindak lanjut dan sanksi apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap SOP maupun ketentuan higienitas. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, pemeriksaan dan tindak lanjut dari pihak terkait masih menjadi dasar untuk memastikan penyebab serta bentuk penanganan atas dugaan temuan tersebut.
(Surajaya Red)
![]()






