SUKABUMI, FaktaMerah.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang dirangkaikan dengan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tindak pidana terorisme, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan dan deradikalisasi bagi WBP tindak pidana terorisme. Pembinaan mencakup aspek spiritual, wawasan kebangsaan, serta persiapan reintegrasi sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Kepala Kepolisian Resor Sukabumi, Kepala Kepolisian Sektor Warungkiara, Kepala Puskesmas Warungkiara, Pengadilan Negeri Cibadak, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Densus 88 Antiteror, Koramil 2203/Warungkiara, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, MUI Kabupaten Sukabumi, BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Camat Warungkiara, serta perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dua WBP yang mengucapkan ikrar setia kepada NKRI yakni Makmur bin Bachtiar, dengan masa pidana lima tahun, dan Agus Triandi bin Yusuf Supandi (alm.), dengan masa pidana tujuh tahun.
Prosesi diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Warungkiara membacakan laporan pelaksanaan kegiatan.
Kedua WBP kemudian membacakan ikrar setia kepada NKRI. Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan dan penciuman Bendera Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Ikrar tersebut kemudian dituangkan dalam penandatanganan dokumen ikrar setia kepada NKRI. Penandatanganan disaksikan oleh perwakilan Polres Sukabumi, BNPT, Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Densus 88 Antiteror, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara yang diwakili Plh. Kasi Binadik juga menyampaikan sambutan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila dan yel-yel yang diikuti oleh kedua WBP.
Usai prosesi ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Sejumlah WBP santri menampilkan pidato dalam bahasa Arab dan Inggris, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah Maulid Nabi, dan doa.
Pihak Lapas menyebut pelaksanaan ikrar setia kepada NKRI merupakan salah satu bagian dari tahapan pembinaan bagi WBP tindak pidana terorisme. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung proses deradikalisasi, perubahan sikap, serta persiapan reintegrasi sosial.
Kegiatan juga menjadi bagian dari sinergi antara Lapas dan sejumlah instansi terkait dalam pelaksanaan pembinaan WBP tindak pidana terorisme.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Lapas Kelas IIA Warungkiara menyatakan akan terus melaksanakan pembinaan secara terarah dan berkelanjutan sesuai tugas dan fungsi pemasyarakatan serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
(Red-Tim)
![]()






