Kasus Lapen Rp12 Miliar Masuk Babak Baru, Berkas Dilimpahkan ke Kejari Sampang — Isu Suap Terhadap Pelapor Dipatahkan

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAKTAMERAH.COM , SAMPANG — Penanganan dugaan korupsi proyek lapen senilai sekitar Rp12 miliar di Kabupaten Sampang memasuki fase baru. Unit 2 Tipidkor Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Jawa Timur resmi melimpahkan berkas perkara beserta para tersangka ke Kejaksaan Negeri Sampang. Pelimpahan ini sekaligus membantah isu yang sempat beredar bahwa kasus dihentikan karena pelapor menerima suap.

Dalam penyidikan, polisi telah menetapkan empat tersangka, yakni:

MH – Sekretaris Dinas PUPR Sampang

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

AZM – Kabid Jalan dan Jembatan

SIS alias Yayan – diduga sebagai perantara

KU – Direktur CV yang terlibat dalam proyek

Pelapor Tegas Bantah Fitnah Suap

Pelapor, Ach Rifaie, yang juga Sekjen Lasbandra, menegaskan bahwa tuduhan dirinya menerima suap untuk menghentikan kasus adalah fitnah.

“Orang boleh saja menuduh saya, tetapi faktanya proses hukum tetap berjalan dan sudah ada tersangka. Berkasnya juga sedang dilimpahkan ke Kejaksaan Sampang,” tegas Rifai, Rabu (19/11/2025).

Rifai diketahui merupakan aktivis yang sejak 2020 secara konsisten mengawal perkembangan kasus tersebut.

Dukungan Publik Menguat

Dewan Pendiri Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto ST. CPLA, menyatakan dukungan terhadap Rifai dan menekankan pentingnya transparansi.

“Kami mengawal pelapor agar penanganan dugaan korupsi ini berjalan transparan. Tekanan publik sangat penting untuk memastikan proses hukum berlangsung objektif dan tanpa intervensi,” ujarnya.

Polisi Pastikan Penanganan Sesuai Prosedur

Baca Juga:  Somasi ke Lapas Paledang Belum Ditanggapi, Kuasa Hukum DS Soroti Dugaan Poligami Tanpa Izin

Penyidik Unit 2 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim memastikan bahwa pelimpahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Sampang telah selesai.

“Berkas dan para tersangka sudah kami limpahkan. Penanganan perkara kami pastikan sesuai prosedur, dan para tersangka diproses berdasarkan aturan hukum yang berlaku,” jelas penyidik dalam keterangan tertulis.

Kerugian Negara Ditaksir Hampir Rp3 Miliar

Kasus ini terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengadaan langsung pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan pada Tahun Anggaran 2020 (DID II) di Dinas PUPR Sampang.

Audit BPKP Jawa Timur mencatat kerugian negara mencapai Rp2.905.212.897,42.

Dana proyek berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan pemerintah pusat untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Dalam praktiknya, mekanisme pengadaan langsung diduga tidak sesuai ketentuan Perpres 16 Tahun 2018.

Pemeriksaan fisik proyek dilakukan bersama ahli konstruksi dari ITS, sementara perhitungan kerugian negara dikerjakan BPKP Jatim.

Penyidik juga mengungkap telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Dalam proses penyidikan, kami mengamankan dokumen kontrak dan uang tunai Rp641.400.000 dari sejumlah pihak,” tambah penyidik.

( Rudi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Warungkiara Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dua WBP Terorisme Ikrar Setia kepada NKRI
Polisi Ungkap Fakta Dugaan Begal di Cilopang Garut, Laporan Ternyata Palsu
Diduga Alami Intimidasi Saat Konfirmasi, Ketua FWJI Indramayu Tempuh Jalur Hukum
KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, 4 Koper Dibawa Penyidik
Pokja News Room Jaga Desa Konsultasi ke Kejari Lebak, Bahas Pengawasan Dana Desa
Setiakawan Ujung RW 09 Duri Pulo Kembali Digegerkan Kehilangan Motor
Pemberitaan Dugaan Biaya Rp5 Juta di Ultra Disorot, GMOCT Pertanyakan Verifikasi Berimbang
Bangunan di Jalan KH Hasyim Ashari Karang Tengah Disorot, Status Perizinan Dipertanyakan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:56 WIB

Lapas Warungkiara Gelar Maulid Nabi 1448 H, Dua WBP Terorisme Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 21 September 2026 - 16:05 WIB

Polisi Ungkap Fakta Dugaan Begal di Cilopang Garut, Laporan Ternyata Palsu

Senin, 21 September 2026 - 11:56 WIB

Diduga Alami Intimidasi Saat Konfirmasi, Ketua FWJI Indramayu Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 18:56 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi, 4 Koper Dibawa Penyidik

Kamis, 17 September 2026 - 03:16 WIB

Pokja News Room Jaga Desa Konsultasi ke Kejari Lebak, Bahas Pengawasan Dana Desa

Berita Terbaru

Infrastruktur

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa

Selasa, 29 Sep 2026 - 07:03 WIB