JAKARTA | FAKTAMERAH.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan duka cita mendalam atas dugaan insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Ia mengonfirmasi bahwa terdapat tiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut.
“Kehadiran kami saat ini adalah untuk melakukan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo KKP. Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut,” ujar Trenggono saat konferensi pers, Sabtu (17/1/2026).
Trenggono menjelaskan, ketiga pegawai KKP tersebut tengah menjalankan tugas kedinasan berupa pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.
“Mereka sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui pengawasan udara (air surveillance) di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia,” katanya.
Adapun identitas ketiga pegawai KKP tersebut yakni Ferry Irawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I yang menjabat sebagai analis kapal pengawas, Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I yang bertugas sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal yang menjabat sebagai operator foto udara.
Terkait insiden yang melibatkan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh PT IAT, Trenggono menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
“Kami sangat sedih dan prihatin atas peristiwa ini. Kami berdoa yang terbaik bagi seluruh penumpang dan kru pesawat,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 tersebut dinyatakan hilang kontak saat akan melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu diketahui terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar.
Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menyampaikan bahwa berdasarkan kronologis terakhir, pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan koordinasi dan upaya pencarian untuk memastikan kondisi pesawat beserta seluruh penumpang dan awaknya.
![]()
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Setiawan






