Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Subianto Hapus Outsourcing, Singgung Nasib Buruh di May Day 2026

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Faktamerah.com – Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, menyampaikan kritik terhadap kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada prinsip kemanusiaan, khususnya dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Senin (4/5/2026).

Dalam keterangannya di Jakarta, Sutan menilai sistem outsourcing dan kontrak kerja masih menjadi persoalan utama yang terus dikeluhkan pekerja selama lebih dari dua dekade peringatan May Day.

“Sudah 20 tahun lebih tuntutan penghapusan sistem kontrak kerja disuarakan, namun hingga kini belum terealisasi secara menyeluruh. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti pergantian pemerintahan yang dinilai belum membawa perubahan signifikan terhadap kesejahteraan buruh. Menurutnya, kebijakan yang dianggap tidak manusiawi seharusnya dievaluasi secara menyeluruh.

Sutan turut mengingatkan pernyataan Prabowo Subianto pada 2009 yang menolak sistem outsourcing karena dinilai tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan Pancasila.

Sorotan terhadap Sistem Outsourcing

Menurut Sutan, praktik outsourcing berpotensi merugikan pekerja karena minimnya kepastian kerja dan perlindungan.

“Dalam praktiknya, pekerja kerap berada pada posisi rentan, dengan kontrak jangka pendek serta keterbatasan jaminan kesejahteraan,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya hambatan bagi pencari kerja, seperti:

1. Kontrak kerja jangka pendek
2. Proses rekrutmen yang dinilai tidak transparan
3. Minimnya kesempatan bagi tenaga kerja lokal

Sutan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kebijakan yang memberikan porsi lebih besar bagi tenaga kerja lokal di kawasan industri.

Baca Juga:  Polda Jabar Gelar Doa Bersama dan Dzikir Istighosah Jelang May Day 2026, Perkuat Kamtibmas Kondusif

Aspirasi Buruh dan Tantangan Ketenagakerjaan

Lebih lanjut, ia menilai aksi buruh setiap peringatan May Day mencerminkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan, mulai dari:

1. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK)
2. Kondisi kerja yang belum layak
3. Ketimpangan perlindungan sosial

“Aspirasi buruh seharusnya menjadi bahan evaluasi serius dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan ke depan,” ujarnya.

Pertanyaan atas Aspek Kemanusiaan

Sutan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kebijakan yang berlaku saat ini, antara lain:

1. Apakah upah minimum sudah memenuhi standar hidup layak?
2. Apakah regulasi ketenagakerjaan sudah melindungi pekerja secara optimal?
3. Apakah posisi pekerja sudah seimbang dalam hubungan industrial?

Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip kemanusiaan dalam setiap kebijakan dan regulasi.

Tantangan Teknologi dan Masa Depan Tenaga Kerja

Selain itu, Sutan juga menyoroti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi memengaruhi pasar kerja.

Menurutnya, tanpa regulasi yang tepat, perkembangan teknologi dapat memperlebar ketimpangan dan mengurangi peran tenaga kerja manusia.

Harapan kepada Pemerintah

Sutan berharap pemerintah, khususnya Presiden, dapat mengambil langkah strategis dalam memperbaiki sistem ketenagakerjaan agar lebih adil dan manusiawi.

“Momentum May Day seharusnya menjadi refleksi bersama untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja,” tutupnya.

Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional
Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila 2026, Jurnalis Diajak Jadi Garda Terdepan Penjaga Persatuan Bangsa
Hari Lahir Pancasila 2026, Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Tegaskan Komitmen Menjaga Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disalatkan di Rumah Duka, Keluarga dan Kerabat Berikan Penghormatan Terakhir
Ketua KAKI Jatim: KPK Terbitkan SE Gratifikasi SPMB, Cegah Praktik Gratifikasi dan Pungli Dalam Proses Penerimaan Siswa Baru
GKTMTB Tegaskan Hak Kelola Perhutanan Sosial Harus Dilindungi Negara
Negara Hadir untuk Rakyat, Pangdam XIV/Hsn Tunjukkan Akselerasi Pembangunan Koperasi Merah Putih Tercepat di Luar Jawa
JANGAN TERJEBAK PERANG NARASI, MENGUJI KETEGASAN NEGARA DI BALIK SERANGAN TERHADAP BEA CUKAI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 18:43 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Jurnalis Diajak Jadi Garda Terdepan Penjaga Persatuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 12:21 WIB

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:28 WIB

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disalatkan di Rumah Duka, Keluarga dan Kerabat Berikan Penghormatan Terakhir

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:15 WIB

Ketua KAKI Jatim: KPK Terbitkan SE Gratifikasi SPMB, Cegah Praktik Gratifikasi dan Pungli Dalam Proses Penerimaan Siswa Baru

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:47 WIB

GKTMTB Tegaskan Hak Kelola Perhutanan Sosial Harus Dilindungi Negara

Berita Terbaru