JAKARTA | FAKTAMERAH.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengundangkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 pada 23 Desember 2025. Bersamaan dengan itu, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD 2026 juga telah ditetapkan.
Total APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 disahkan sebesar Rp81,32 triliun, mengalami penurunan Rp10,54 triliun dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp91,86 triliun.
Penurunan ini terutama disebabkan berkurangnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang turun signifikan dari Rp26,14 triliun pada 2025 menjadi Rp11,16 triliun pada 2026. Penurunan terbesar terjadi pada Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang berkurang hingga Rp14,79 triliun.
Fokus Isu Strategis
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, meski APBD mengalami penurunan, Pemprov tetap memprioritaskan penanganan isu-isu strategis yang berdampak langsung bagi warga.
“Fokus kami antara lain penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, serta pengurangan kemacetan. Kami berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dirasakan seluruh warga Jakarta,” ujar Pramono, Jumat (26/12).
Ia berharap penetapan APBD 2026 dan Pergub Nomor 44 Tahun 2025 dapat mempercepat pelaksanaan program dan kebijakan Pemprov DKI Jakarta sejak awal tahun anggaran.
Mandatory Spending Infrastruktur Capai 43 Persen
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Roland menjelaskan, Pemprov telah mengalokasikan mandatory spending infrastruktur pelayanan publik sebesar 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.
“Ketentuan minimal hanya 40 persen, dan kita melampaui itu,” kata Michael.
Alokasi tersebut antara lain digunakan untuk:
Peningkatan infrastruktur kota sebesar Rp3,77 triliun
Peningkatan modal manusia sebesar Rp17,58 triliun
Produktivitas dan daya saing ekonomi berkelanjutan sebesar Rp582 miliar
Penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri sebesar Rp2,70 triliun
Transformasi tata kelola pemerintahan sebesar Rp2,36 triliun
Mobilitas dan kawasan berorientasi transit sebesar Rp7,82 triliun
Pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim sebesar Rp6,27 triliun
Banjir, Sampah, dan Transportasi Jadi Prioritas
Untuk sektor pekerjaan umum dan tata ruang, anggaran dialokasikan antara lain:
Pengendalian banjir: Rp3,64 triliun
Pengelolaan sampah: Rp1,38 triliun
Pembangunan jembatan dan flyover: Rp289,72 miliar
Di sektor perhubungan, subsidi transportasi publik tetap menjadi prioritas, dengan rincian:
Transjakarta: Rp3,75 triliun
Bus Sekolah: Rp105,38 miliar
MRT Jakarta: Rp536,70 miliar
LRT Jakarta: Rp325,28 miliar
Angkutan kapal perairan: Rp100,19 miliar
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Dominan
Pada sektor pendidikan, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,75 triliun atau 26,5 persen dari belanja daerah, melampaui ketentuan mandatory spending minimal 20 persen.
Anggaran tersebut mencakup:
KJP Plus: Rp3,25 triliun
KJMU: Rp399 miliar
Sekolah swasta gratis: Rp282,46 miliar
Rehabilitasi sekolah dan sarana pendidikan: Rp126,12 miliar
Di sektor kesehatan, anggaran dialokasikan untuk:
BPJS Kesehatan: Rp1,40 triliun
Pembangunan fasilitas kesehatan: Rp360,49 miliar
Penyediaan alat kesehatan: Rp165,16 miliar
Program Pasukan Putih: Rp43,49 miliar
Bantuan Sosial dan UMKM
Untuk bantuan sosial, Pemprov menganggarkan:
Kartu Lansia Jakarta (KLJ): Rp625,89 miliar
Kartu Anak Jakarta (KAJ): Rp100,10 miliar
Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ): Rp76,45 miliar
Sementara sektor industri dan perdagangan mencakup program:
Penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri: Rp13,34 miliar
Pemberdayaan UMKM: Rp17,59 miliar
Pembangunan dan perencanaan industri: Rp23,55 miliar
Di bidang komunikasi dan informatika, dialokasikan anggaran Rp185,29 miliar untuk managed service CCTV dan Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir.
“Seluruh program ini akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami berharap APBD 2026 benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat Jakarta,” pungkas Michael.
( Setiawan )
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






