Kementan dan KAHMI Bahas Pengembangan Komoditas Bernilai Tinggi untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktamerah, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membahas pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.

 

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, menyampaikan bahwa pihaknya melihat sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani di lapangan, mulai dari keterbatasan lahan, akses pengetahuan budi daya, hingga permodalan. Menurutnya, salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan komoditas yang relatif cepat menghasilkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti tanaman rempah dan perkebunan.

“Kami dari Presidium Nasional KAHMI beraudiensi dengan Pak Menteri untuk menyampaikan program yang kami rancang yaitu food estate regional atau Desa Asta Cita. Program ini menjadi pilot project bagi petani di desa-desa untuk menanam tanaman yang hasilnya tinggi, pasarnya jelas, dan dapat dijangkau petani,” kata Abdullah usai audiensi bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal program tersebut akan dilaksanakan di tujuh provinsi, antara lain Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Aceh. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian desa yang dapat diadopsi di berbagai daerah.

Selain itu, KAHMI juga berkomitmen melakukan pendampingan kepada masyarakat agar proses budi daya dilakukan secara lebih modern, tidak lagi semata-mata menggunakan cara tradisional, tetapi dengan pendekatan teknologi dan manajemen usaha tani yang lebih baik.

Abdullah menambahkan bahwa program tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan menunjuk penanggung jawab di masing-masing wilayah yang akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pertanian agar pelaksanaannya dapat berjalan cepat.

Baca Juga:  Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

“Kami sudah menunjuk PIC dan akan berhubungan langsung setiap saat dengan jajaran Pak Menteri. Karena kami ingin gerak cepat untuk membantu program pemerintah. Harapan kami sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana kita bisa cepat menuntaskan kemiskinan, bagaimana kita bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Selain itu, Abdullah juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap sektor pertanian dari sisi teknis maupun bisnis. “Pak Menteri luar biasa. Beliau memahami teknik pertanian sekaligus bisnis pertanian dari hulu hingga hilir. Jika dua hal ini berjalan bersama, insya Allah program ini bisa berhasil,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menyambut baik gagasan KAHMI dan siap mendukung pengembangan program, khususnya melalui penyediaan benih komoditas yang sejalan dengan program strategis Kementan. Beberapa komoditas yang direncanakan untuk dikembangkan dalam program tersebut antara lain tebu, jagung, dan sejumlah komoditas perkebunan strategis lainnya.

“Projek ini bisa diselaraskan dengan program strategis Kementan yaitu pengembangan komoditas perkebunan strategis, seperti kopi, mete, kelapa, dan sebagainya yang demand-nya tinggi di dunia. Selain itu, kita juga sedang mendorong komoditas jagung yang offtakernya dapat diserap Bulog,” ucapnya.

Mentan Amran menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat dan elemen bangsa menjadi bagian penting dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan pengembangan komoditas unggulan di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produksi yang lebih produktif dan bernilai tambah.

*Rilis Kementan, 13 Maret 2026*
*Nomor: B-198/HM.160/7/03/2026*

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot
DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar
25 Orang Terjaring OTT Buang Sampah Sembarangan di Kramat Jati, Denda Capai Rp1,4 Juta
Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan
PDAM Kota Tangerang Sambangi Kantor GWI, Bahas Keterbukaan Informasi Publik
Warga Gondrong Keluhkan Aktivitas PT Gamen di Tengah Permukiman, Bang Zeck Desak Pemkot Tangerang
Dirut PAM JAYA Arief Nasrudin Bawa Perspektif Pengelolaan Air Jakarta ke Forum CEO Global di New York
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:55 WIB

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:47 WIB

25 Orang Terjaring OTT Buang Sampah Sembarangan di Kramat Jati, Denda Capai Rp1,4 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB