JAKARTA, FaktaMerah.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya peran insan pers dalam mengawal pembangunan sekaligus menyampaikan informasi mengenai perkembangan Ibu Kota kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).
Ajang penghargaan jurnalistik tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta. Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat sebanyak 754 karya jurnalistik mengikuti kompetisi yang mengangkat berbagai isu dan pembangunan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pramono menilai keberadaan pers memiliki peran penting dalam merekam berbagai dinamika yang terjadi di Jakarta sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi kepada publik.
Menurut dia, pemberitaan yang disusun secara objektif dan berdasarkan fakta dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai perkembangan kota.
“Ini adalah bentuk kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan PWI DKI Jakarta, dan tentunya keterlibatan insan pers selama ini yang telah menghadirkan, memberikan informasi kepada masyarakat,” ujar Pramono.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga merasakan manfaat dari pemberitaan yang disampaikan media mengenai berbagai perkembangan di Jakarta.
Pramono turut mengapresiasi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dengan mengedepankan objektivitas serta menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data.
Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad, Pramono mendorong agar kerja sama antara pemerintah dan insan pers dapat semakin diperkuat. Menurutnya, Jakarta ke depan membutuhkan penyampaian informasi dari berbagai perspektif.
“Dalam melangkah 5 abad ke depan, Pemerintah DKI Jakarta akan meminta kerja sama yang lebih erat dan juga lebih bermakna untuk menginformasikan tentang Jakarta 500 tahun dilihat dari berbagai sudut pandangan para jurnalis,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para jurnalis yang selama ini memberitakan Jakarta secara apa adanya, dengan tetap berpegang pada fakta, data, dan kode etik jurnalistik.
Pramono menilai pemberitaan yang faktual dan tidak berlebihan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
(Mario/ Redaksi)
![]()






