MALINAU, FaktaMerah.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, secara resmi menutup Pesta Budaya Irau ke-12 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau. Acara penutupan berlangsung di Panggung Padan Liu’ Burung, Malinau, Senin (26/10/2026) malam.

Penutupan pesta budaya tersebut berlangsung meriah dengan penampilan seni tari dari berbagai kelompok etnis. Ribuan warga memadati area acara untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan yang menampilkan keberagaman budaya masyarakat Malinau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Irau ke-12 berlangsung sejak 20 Oktober 2026. Selain menjadi ajang pelestarian budaya dan tradisi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan bagi warga dari berbagai latar belakang suku dan adat untuk mempererat persaudaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal Arifin Paliwang menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-27 Kabupaten Malinau. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Irau ke-12 yang dinilai mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Semoga bertambahnya usia Kabupaten Malinau semakin memperkuat tekad dan persatuan masyarakat untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan tetap menjaga kearifan lokal,” kata Zainal.
Menurut Zainal, kegiatan budaya seperti Irau memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari perputaran uang selama pelaksanaan acara yang mendekati Rp10 miliar.
“Perputaran uang yang hampir mencapai Rp10 miliar ini merupakan capaian yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa kegiatan seperti Irau juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan bahwa Irau tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial masyarakat.
“Irau bukan sekadar perayaan. Ini menjadi tempat kita bertemu, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujar Wempi.
Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Wempi memaparkan bahwa perputaran uang selama penyelenggaraan Irau 2026 mencapai Rp9.941.204.634.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui kolaborasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malinau, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Politeknik Malinau, jumlah pengunjung hingga 25 Oktober 2026 tercatat sebanyak 34.636 orang.
Sementara itu, estimasi belanja wisatawan selama kegiatan tersebut mencapai Rp2,95 miliar.
Angka-angka tersebut menunjukkan potensi kegiatan budaya dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal, termasuk melalui belanja pengunjung dan kegiatan usaha selama festival berlangsung.
Meski demikian, besarnya dampak ekonomi terhadap masing-masing sektor usaha memerlukan data lebih terperinci untuk mengetahui manfaat yang diterima pelaku usaha, pedagang, dan masyarakat setempat.
Dimeriahkan Penampilan Artis
Malam penutupan Irau ke-12 semakin semarak dengan penampilan Siprianus Bhuka, vokalis Silet Open Up, bersama Jacson Zeran. Keduanya tampil menghibur masyarakat yang hadir di kawasan Panggung Padan Liu’ Burung.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Berakhirnya Irau ke-12 menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau. Pemerintah daerah berharap kegiatan budaya tersebut dapat terus menjadi sarana pelestarian tradisi, memperkuat persatuan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
(Redaksi)
![]()






