LEBAK, FaktaMerah.com – Suasana kebersamaan dan nuansa budaya Banten mewarnai acara syukuran khitanan Muhammad Azka, putra kedua pasangan Haerudin dan Aminah, di Kampung Cikaraton, Desa Sumber Waras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Jumat (12/9/2026).
Acara yang berlangsung di kediaman keluarga tersebut dihadiri warga, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut turut diisi dengan pertunjukan seni tradisional khas Banten.
Pertunjukan melibatkan PJBN (Paguron Jalak Banten Nusantara) dan Perguruan Pencak Silat Pusaka Santri. Keduanya menampilkan atraksi pencak silat dan debus yang menjadi bagian dari kekayaan seni tradisional Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penampilan tersebut mendapat perhatian dari para tamu dan masyarakat yang hadir. Seni pencak silat dan debus tidak hanya menjadi hiburan dalam kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya yang masih dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya perwakilan JBB, PJBN, PPPSBI, BPPKB HDS, dan KKPMP. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bagian dari dukungan dan doa untuk Muhammad Azka yang tengah menjalani prosesi khitanan.
Pemangku hajat, H. Ade Bonet, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan ikut mendoakan keluarga.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyempatkan hadir dan mendoakan. Kebersamaan inilah yang membuat kita kuat,” ujar H. Ade Bonet.
Ia berharap Muhammad Azka dapat tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua, mencintai budaya daerah, serta memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada acara keluarga, tetapi dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Kehadiran seni tradisional Banten dalam kegiatan keluarga tersebut turut memperlihatkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang dalam berbagai kegiatan masyarakat.
(Surajaya/Redaksi)
![]()






