Diduga Tambang Emas Ilegal di Lebak Rusak Hutan Lindung dan Jalan Provinsi, Warga Desak Penindakan

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga berlangsung di kawasan Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah muncul dugaan kerusakan pada kawasan hutan lindung serta infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan Citorek Tengah dan Citorek Kidul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah titik di sekitar badan jalan diduga mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan bawah tanah.

Lubang-lubang tambang yang berada di sekitar maupun di bawah ruas jalan disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memicu amblesnya akses tersebut.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas perekonomian warga di wilayah Citorek apabila tidak segera ditangani.

Sejumlah narasumber yang mengaku mengetahui aktivitas penambangan tersebut menyebut praktik PETI telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Mereka juga menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan sehingga aktivitas tersebut tetap berjalan. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Secara hukum, aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Apabila dilakukan di kawasan hutan tanpa izin, aktivitas tersebut juga dapat berimplikasi pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Sementara itu, kerusakan terhadap infrastruktur jalan dapat dikenai ketentuan hukum sesuai peraturan yang berlaku apabila terbukti disebabkan oleh aktivitas tertentu.

Baca Juga:  Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah warga dan pemerhati lingkungan meminta instansi terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polda Banten, Kejaksaan Tinggi Banten, serta Pemerintah Provinsi Banten, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan aktivitas PETI tersebut. Mereka juga berharap dilakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran, sekaligus upaya pemulihan terhadap kawasan hutan dan infrastruktur jalan yang terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi narasumber terkait dugaan tersebut.

Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang disebut atau merasa berkepentingan dalam pemberitaan ini diberikan kesempatan untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Surajaya/Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Alya Properti Mandiri Tak Hadiri Mediasi di PN Sungguminasa, Sengketa Tanah Warisan Berlanjut
Polres Lebak Ungkap 30 Kasus Narkoba, 44 Tersangka Diamankan dalam Tiga Bulan
Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Nomor Telepon Presiden Diduga Jadi Sasaran
Polsek Cengkareng Tangkap Terduga Pengedar Uang Palsu di Taman Palem, Satu Pelaku Buron
Diduga Terlibat Penipuan Rekrutmen PT NS Cikande, 30 Orang Mengaku Rugi Rp500 Juta
Kuasa Hukum BPT Soroti Kejanggalan Persidangan, Minta Dugaan Kasus Pencurian Diusut
Dedi Minta KPK Kawal Dugaan Korupsi di Papua Barat Daya, Soroti Transparansi Penyidikan
Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:47 WIB

PT Alya Properti Mandiri Tak Hadiri Mediasi di PN Sungguminasa, Sengketa Tanah Warisan Berlanjut

Rabu, 4 November 2026 - 07:14 WIB

Polres Lebak Ungkap 30 Kasus Narkoba, 44 Tersangka Diamankan dalam Tiga Bulan

Selasa, 3 November 2026 - 12:52 WIB

Polsek Cengkareng Tangkap Terduga Pengedar Uang Palsu di Taman Palem, Satu Pelaku Buron

Selasa, 3 November 2026 - 04:49 WIB

Diduga Terlibat Penipuan Rekrutmen PT NS Cikande, 30 Orang Mengaku Rugi Rp500 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 04:40 WIB

Kuasa Hukum BPT Soroti Kejanggalan Persidangan, Minta Dugaan Kasus Pencurian Diusut

Berita Terbaru