Faktamerah, TANGERANG — Suasana penuh kebahagiaan dan haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang digelar pada Selasa, 29 September 2026, di Hall Nusantara, ICE BSD, Jalan BSD Grand Boulevard No. 1, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Wisuda UMT tersebut diikuti lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Pascasarjana, Sarjana hingga Diploma. Dengan mengusung tema “Mencetak Lulusan Unggul, Inklusif dan Berkemajuan”, prosesi wisuda menjadi salah satu momentum penting bagi para lulusan sekaligus keluarga yang selama ini memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Salah satu keluarga yang merasakan kebahagiaan tersebut adalah Inda Yani, orang tua dari Intan Purnama Sari. Bagi Inda Yani, keberhasilan Intan menyelesaikan pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga menjadi buah dari perjuangan, doa, kesabaran, dan dukungan keluarga.
Inda Yani mengungkapkan rasa syukur dan bangganya melihat sang anak dapat menyelesaikan tahapan pendidikan hingga sampai pada momentum wisuda.
“Sebagai orang tua tentu kami merasa sangat bahagia dan bersyukur melihat Intan Purnama Sari bisa sampai pada tahap wisuda ini. Perjalanan pendidikan tidak selalu mudah. Ada banyak proses yang harus dilalui, ada perjuangan, kesabaran dan tentu doa dari orang tua. Hari ini menjadi salah satu momen yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Inda Yani.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak. Karena itu, ia berharap keberhasilan Intan tidak berhenti pada acara wisuda, tetapi menjadi awal untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap apa yang sudah dipelajari Intan selama menjalani pendidikan dapat menjadi bekal untuk masa depannya. Jangan hanya mengejar gelar, tetapi ilmu yang didapat harus bisa diamalkan, digunakan untuk bekerja dengan baik, membantu orang lain dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.
Harapan untuk Adik-Adik Intan
Kebahagiaan tersebut juga disertai harapan besar Inda Yani kepada anak-anaknya yang lain. Ia berharap keberhasilan Intan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi adik-adiknya untuk terus mengejar pendidikan.
“Kami sebagai orang tua tentu memiliki harapan besar kepada semua anak. Semoga keberhasilan kakaknya ini bisa menjadi contoh dan penyemangat bagi adik-adiknya. Kami ingin adik-adiknya juga dapat menjadi kebanggaan terhadap kakaknya, mengikuti semangat belajar, tidak mudah menyerah dan terus melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, orang tua tidak hanya menginginkan anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, bertanggung jawab serta mampu menghargai perjuangan keluarga.
“Harapan kami sederhana, semoga anak-anak kami bisa terus sekolah, kalau ada kesempatan bisa melanjutkan sampai pendidikan yang lebih tinggi lagi. Kami sebagai orang tua akan terus memberikan dukungan semampu kami. Yang paling penting mereka memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras dan selalu mengingat doa orang tua,” katanya.
Inda Yani juga berpesan kepada Intan agar pencapaian yang diraih hari ini tidak membuatnya berhenti belajar.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan. huuJustru setelah wisuda akan ada tantangan yang lebih besar. Ilmu harus terus ditambah, pengalaman harus terus dicari dan jangan pernah berhenti belajar. Jadilah anak yang bisa membanggakan keluarga, tetapi juga bermanfaat untuk banyak orang,” pesannya.
Doa Orang Tua untuk Anak-Anaknya
Di tengah kebahagiaan tersebut, Inda Yani menyampaikan doa agar Intan dan seluruh anak-anaknya senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan, diberikan kesehatan, rezeki, kesuksesan dan tetap berada dalam lindungan Allah SWT.
“Kami hanya bisa berdoa, semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang terbaik untuk anak-anak kami. Semoga ilmu yang mereka dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, rezekinya dimudahkan, pekerjaannya dilancarkan dan kehidupannya diberikan keberkahan,” ucapnya.
Ia juga memanjatkan doa agar hubungan antara kakak dan adik tetap terjaga serta keberhasilan salah satu anak dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga.
“Semoga adik-adiknya bisa mengikuti jejak kakaknya dalam hal pendidikan. Bukan untuk bersaing, tetapi untuk sama-sama maju. Semoga semuanya bisa menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua dan keluarga serta bisa melanjutkan pendidikan sampai jenjang kuliah yang lebih tinggi lagi,” harap Inda Yani.
Doa tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Bagi keluarga, momentum wisuda Intan Purnama Sari menjadi pengingat bahwa perjuangan pendidikan membutuhkan dukungan bersama. Orang tua memberikan doa dan dorongan, sementara anak menjalani proses dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
UMT Tegaskan Komitmen Mencetak Lulusan Berkemajuan
Dalam rangkaian acara Wisuda UMT, prosesi diawali dengan memasuki ruang sidang senat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah dan Mars UMT, pembukaan sidang senat terbuka, pembacaan kalam ilahi serta sambutan sejumlah pejabat terkait.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang penetapan wisudawan dan wisudawati, pelantikan, pemanggilan wisudawan/wisudawati, pembacaan janji sarjana serta penyampaian kesan dan pesan wisudawan.
Dalam susunan acara juga tercantum pengumuman wisudawan terbaik oleh Kepala BAAK, Dr. Ismail Marzuki, M.Pd, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan doa dan penutupan sidang senat.
Pelaksanaan wisuda terbagi dalam tiga sesi, yakni Sesi 1 pukul 08.00–12.00 WIB, Sesi 2 pukul 13.00–17.00 WIB, dan Sesi 3 pukul 19.00–21.00 WIB.
Bagi keluarga Intan Purnama Sari, khususnya Inda Yani, momentum tersebut menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan. Wisuda bukan hanya tentang toga dan ijazah, tetapi tentang perjalanan panjang seorang anak yang berhasil melewati satu tahapan pendidikan dengan dukungan dan doa orang tua.
“Semoga Intan selalu sukses, rendah hati dan ilmunya bermanfaat. Untuk adik-adiknya, teruslah belajar dan jangan takut mempunyai cita-cita tinggi. Kalau Allah memberikan kesempatan, lanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kami orang tua akan selalu mendoakan dan mendukung,” pungkas Inda Yani.
Ia menutup harapannya dengan doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي عِلْمِهِمْ وَعَمَلِهِمْ، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ أَبْنَاءً صَالِحِينَ نَافِعِينَ لِأُسَرِهِمْ وَمُجْتَمَعِهِمْ
“Ya Allah, berkahilah ilmu dan amal mereka, berikanlah mereka kemudahan menuju apa yang Engkau cintai dan ridai, serta jadikanlah mereka anak-anak yang saleh, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.”
Selamat atas wisuda Intan Purnama Sari. Semoga ilmu menjadi cahaya dalam perjalanan hidup, keberhasilan menjadi awal dari pengabdian, dan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dapat terwujud.
Editor : Zakaria (Bang zeck)
![]()






