Jakarta, FaktaMerah.com – Peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional pada 6 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi insan pers untuk kembali menegaskan komitmennya terhadap kebenaran dan demokrasi. Dalam peringatan tahun ini, pesan kuat yang disuarakan adalah bahwa jurnalis bukanlah pembawa malapetaka, melainkan penyampai fakta dan harapan bagi masyarakat.
Pimpinan redaksi FaktaMerah.com, Mario, menegaskan bahwa peran jurnalis sangat vital dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah derasnya arus berita saat ini. Menurutnya, stigma negatif terhadap jurnalis harus diluruskan.
“Jurnalis bukan pembawa malapetaka. Kami bekerja untuk menyampaikan fakta, membuka kebenaran, dan memberikan harapan kepada masyarakat. Tanpa pers yang bebas dan bertanggung jawab, demokrasi akan kehilangan arah,” ujar Mario dalam kegiatan peringatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menambahkan bahwa kebebasan pers bukan berarti tanpa batas, melainkan harus dibarengi dengan integritas, verifikasi, dan tanggung jawab sosial. Dalam era digital saat ini, tantangan terbesar adalah melawan hoaks dan menjaga kepercayaan publik.
Berbagai kegiatan digelar dalam peringatan ini, mulai dari diskusi publik, kampanye edukasi literasi media, hingga aksi solidaritas untuk jurnalis yang mengalami tekanan dalam menjalankan tugasnya.
Mario mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kerja jurnalistik yang profesional serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Pers yang kuat lahir dari dukungan masyarakat yang cerdas dalam memilah informasi,” tambahnya.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebebasan pers adalah pilar utama dalam menjaga demokrasi yang sehat.
![]()
Penulis : Redaksi






