Kabupaten Tangerang – Aparat Kecamatan Jambe bersama perangkat Desa Daru, Babinsa, dan Ketua RT setempat mendatangi kediaman korban dugaan pelecehan seksual di Kampung Daru, RT 016/RW 001, Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan keluarga korban terkait dugaan tindak pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan. Sebelumnya, ibu korban mendatangi Kantor Kecamatan Jambe untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, sekaligus menyampaikan kronologi kejadian yang dialami anaknya.
Dalam kunjungan tersebut, aparat kecamatan dan desa melakukan dialog langsung dengan korban serta keluarga guna menggali keterangan dan memperoleh informasi secara menyeluruh mengenai peristiwa yang dilaporkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nenek korban mengungkapkan, peristiwa tersebut berdampak sangat berat bagi cucunya, baik secara fisik maupun psikologis. Ia menyebut, terduga pelaku sempat menjanjikan akan menikahi korban, namun hingga kini janji tersebut tidak pernah direalisasikan. Akibat peristiwa yang terjadi pada 2024 silam, korban kini harus membesarkan seorang anak tanpa kehadiran ayah.
“Dampaknya sangat besar bagi cucu kami, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan kehidupan sosialnya. Kami berharap ada keadilan dan pelaku segera bertanggung jawab,” ujar nenek korban.
Pihak keluarga juga menyampaikan kekecewaannya karena hingga saat ini terduga pelaku belum diamankan oleh aparat penegak hukum.
Dalam kesempatan yang sama, korban memberikan keterangan di hadapan aparat yang hadir. Ia menuturkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat dirinya diberikan minuman oleh terduga pelaku hingga merasa pusing dan kehilangan kesadaran. Dugaan pelecehan tersebut, menurut korban, terjadi lebih dari satu kali. Saat kejadian berlangsung, korban mengaku masih berusia 17 tahun.
“Sekarang saya harus membesarkan anak tanpa sosok ayah. Harapan saya, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tuturnya dengan suara terbata.
Pihak Kecamatan Jambe dan Pemerintah Desa Daru menyatakan akan menampung seluruh laporan dan keterangan yang disampaikan korban serta keluarga. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.
Kehadiran Babinsa dan Ketua RT setempat disebut sebagai bentuk pendampingan dan perhatian terhadap kondisi korban dan keluarganya.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas dan serius dalam menangani kasus ini, guna memberikan perlindungan hukum serta rasa keadilan bagi korban sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
![]()






