Ketua DPD AWII DKI: Banjir Bandang di Tiga Provinsi Bukan Bencana Biasa

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 02:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ( FAKTAMERAH.COM ) — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) Provinsi DKI Jakarta, Mario, menilai bencana banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sudah selayaknya ditetapkan sebagai bencana nasional. Pasalnya, dampak kerugian, kerusakan, serta penderitaan masyarakat yang ditimbulkan dinilai sangat masif dan tidak lagi dapat ditangani secara parsial oleh pemerintah daerah.

Banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan penderitaan rakyat yang luar biasa. Kerusakan rumah warga, infrastruktur, lahan pertanian, hingga adanya korban jiwa menunjukkan bahwa ini bukan bencana biasa. Sudah selayaknya pemerintah menetapkannya sebagai bencana nasional,” tegas Mario dalam keterangannya, Jumat.(12/12/2025).

Ia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan langsung memimpin penanganan lintas provinsi, sekaligus menindaklanjuti persoalan hukum yang dinilai menjadi akar permasalahan, khususnya praktik pembalakan liar dan berbagai kejahatan lingkungan yang masih marak terjadi.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mario, bencana banjir bandang yang terjadi berulang kali tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Ia menilai, ulah manusia turut berkontribusi besar, seperti penggundulan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta lemahnya pengawasan terhadap kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

“Negara tidak boleh kalah oleh para perusak lingkungan. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten. Jika tidak, maka bencana serupa akan terus berulang dan rakyat kembali menjadi korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur DKI Jakarta Pastikan Kirim Bantuan Bertahap untuk Penyintas Bencana di Sumatra

Mario menegaskan, secara hukum tindakan perusakan lingkungan dan pembalakan liar telah jelas melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang melarang setiap perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan perusakan lingkungan serta mengancam pidana berat bagi pelakunya.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan secara tegas melarang penebangan dan perusakan hutan tanpa izin, dengan ancaman pidana penjara dan denda miliaran rupiah. Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang mengatur sanksi berat bagi pelaku pembalakan liar terorganisasi, termasuk korporasi dan pihak yang membekingi kejahatan kehutanan.

Sementara itu, dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah pusat memiliki tanggung jawab penuh dalam penanganan bencana nasional, termasuk koordinasi lintas daerah dan penetapan status bencana nasional.

“Semua aturan hukumnya sudah jelas. Tinggal keberanian dan keseriusan negara untuk menegakkannya. Jangan sampai hukum kalah oleh kepentingan ekonomi sesaat,” tegasnya.

AWII, lanjut Mario, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha, tata ruang, serta pengelolaan lingkungan di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia juga meminta agar seluruh pelaku kejahatan lingkungan ditindak tegas tanpa pandang bulu.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan sampai kelalaian dan keserakahan hari ini menjadi penyebab penderitaan yang terus berulang di masa depan,” pungkas Mario.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB