Migrasi Kelelawar dan Burung Asing Dinilai Berpotensi Bawa Virus Nipah ke Indonesia

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang, FAKTAMERAH.COM –  Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyebutkan fenomena migrasi kelelawar dan burung dari berbagai negara, khususnya India, berpotensi menyebarkan virus Nipah di Indonesia.

“Penyakit Nipah harus diwaspadai, karena virus ini dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi,” kata Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan potensi masuknya virus Nipah melalui migrasi kelelawar dan burung dari berbagai negara ke Indonesia sangat besar.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi saat ini, kata dia, kondisi cuaca di berbagai negara terjadi badai dingin ekstrem, sehingga burung dan kelelawar mencari daerah atau negara yang lebih hangat, termasuk ke Indonesia.

“Kemarin ada puluhan burung dari Rusia bermigrasi ke Jawa Timur dan ini menandakan burung-burung di berbagai negara yang mengalami badai dingin ekstrem sudah bermigrasi ke negara-negara yang kondisi alamnya lebih hangat,” katanya.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, Bunda Yin Gerakkan Organisasi Perempuan di Sumut Akselerasi Eliminasi TBC 2030

Menurut dia, migrasi burung tidak menutup kemungkinan adanya migrasi kelelawar dari berbagai negara tertular virus Nipah yang masuk ke hutan tropis Indonesia.

“Kelelawar di Indonesia banyak jenisnya dan ini bisa menjadi rumah bagi virus Nipah ini, karena sudah adanya migrasi burung-burung dari berbagai negara,” katanya.

Ia menambahkan pada tahun 2025 suspek virus Nipah sudah ditemukan di Indonesia dan hasilnya negatif. Suspek virus Nipah ini ditemukan di tiga provinsi yaitu Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Sulawesi Utara (Sulut).

“Migrasi burung dan kelelawar ini cukup berpotensi, karena mereka terbang menggunakan kompas alam mencari wilayah-wilayah yang hangat untuk berkembang biak dan Indonesia merupakan wilayah khatulistiwa, merupakan negara hangat, dan mereka akan singgah serta berkembang di daerah ini,” katanya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ultra Addiction Center Hadirkan Rehabilitasi Profesional dan Terstandar untuk Pemulihan Korban NAPZA
Giat Check Kesehatan Gratis di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (Ultra Addiction Center): Check TBC, HIV, Hingga Hepatitis B, Pasien TB RO Dirujuk ke RS Cililin
Perkuat Sinergi, Bunda Yin Gerakkan Organisasi Perempuan di Sumut Akselerasi Eliminasi TBC 2030
BNNK Jakarta Selatan Lakukan Bimtek SNI di Yayasan ULTRA Addiction Center, Tingkatkan Standar Rehabilitasi
Disorot Publik! Plt. Dinkes Langsa Bungkam ke Pers, Bergerak Setelah Berita Tayang
KOLAGITA Tegaskan Keaslian Produk, Gelar Edukasi Konsumen di Bekasi
Sinergi Dua Tokoh Sulsel: Bosowa Siap Transformasi Pendidikan dan Kesehatan di Kaltara
BPOM Buka Sentra Informasi Produk Palsu, Publik Kini Bisa Pastikan Keaslian Obat dan Makanan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:36 WIB

Ultra Addiction Center Hadirkan Rehabilitasi Profesional dan Terstandar untuk Pemulihan Korban NAPZA

Kamis, 30 April 2026 - 10:06 WIB

Giat Check Kesehatan Gratis di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (Ultra Addiction Center): Check TBC, HIV, Hingga Hepatitis B, Pasien TB RO Dirujuk ke RS Cililin

Kamis, 9 April 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Sinergi, Bunda Yin Gerakkan Organisasi Perempuan di Sumut Akselerasi Eliminasi TBC 2030

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:13 WIB

BNNK Jakarta Selatan Lakukan Bimtek SNI di Yayasan ULTRA Addiction Center, Tingkatkan Standar Rehabilitasi

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:28 WIB

Disorot Publik! Plt. Dinkes Langsa Bungkam ke Pers, Bergerak Setelah Berita Tayang

Berita Terbaru