Prof Dr Sutan Nasomal: Penegakan ETLE Harus Lebih Manusiawi di Tengah Tekanan Ekonomi

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, FAKTAMERAH.COM – Pakar hukum dan ekonom Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H., menilai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia pada 2026 berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Menurutnya, tekanan ekonomi akibat menurunnya daya beli serta dampak bencana alam membuat sebagian besar masyarakat hidup dalam kondisi rentan.

Hal itu disampaikan Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Kompleks Asrama Kopassus, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menyebut kemiskinan telah meluas dan tidak lagi hanya dialami kelompok bawah, tetapi juga menjangkau masyarakat yang sebelumnya berada di kelas menengah.

Menurutnya, banyak masyarakat saat ini berpenghasilan di bawah rata-rata Upah Minimum Regional (UMR), sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi tersebut tercermin dari kebijakan sejumlah kepala daerah yang menghapus denda pajak kendaraan roda dua sebagai bentuk respons atas tekanan ekonomi masyarakat.

Terkait penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Sutan Nasomal menilai sistem tersebut perlu dievaluasi dari sisi dampak sosial. Ia mengingatkan bahwa denda tilang berpotensi menjadi beban berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan memicu meningkatnya kasus gagal bayar.

Seorang pengemudi ojek online yang ditemui tim media juga mengungkapkan penurunan penghasilan sejak awal Januari 2026, seiring merosotnya daya beli masyarakat. Situasi ini dinilai memperberat kondisi ekonomi kelompok pekerja informal.

Sutan Nasomal menyatakan keyakinannya bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memiliki kepedulian terhadap rakyat kecil. Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih manusiawi terkait penegakan ETLE guna mencegah munculnya persoalan sosial yang lebih luas.

Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.E., S.H., M.H.
Tokoh Pers Internasional
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom
Presiden Partai Oposisi Merdeka
Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat
Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan
Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:11 WIB

Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Berita Terbaru