Proyek Siluman DTRB Kabupaten Tangerang: Dugaan Penyalahgunaan Dana Publik Mengemuka

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, FAKTAMERAH.COM – Dugaan penyimpangan anggaran pada Proyek Gedung Serba Guna (GSG) tahun anggaran 2025 di Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang kini menjadi sorotan publik. Proyek yang seharusnya berfungsi sebagai fasilitas publik ini diduga mengalami sejumlah penyimpangan, termasuk keterlambatan pengerjaan dan dugaan penggelembungan nilai belanja.

Transparansi Terhambat

Upaya klarifikasi dari pihak pers, termasuk Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten, belum membuahkan respons dari pejabat DTRB. Ketua GWI Banten, Syamsul Bahri, menyatakan:
“Kami telah mengirim surat konfirmasi berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Padahal, masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana publik.”

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakterbukaan ini memunculkan pertanyaan soal akuntabilitas proyek, terutama mengingat adanya keterlambatan yang signifikan dalam penyelesaian pembangunan.

Dugaan Pelanggaran Kontrak dan Prosedur Hukum

Berdasarkan dokumen kontrak dan hasil investigasi awal, proyek GSG seharusnya selesai pada Desember 2025. Kepala Dinas DTRB menyebut alasan “musim hujan” sebagai penyebab keterlambatan, meski banjir baru terjadi pada Januari 2026.

Selain itu, pembangunan GSG berada di atas lahan yang dikategorikan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos). Informasi awal menunjukkan belum ada izin resmi maupun permohonan persetujuan dari masyarakat terkait perubahan peruntukan lahan.

Baca Juga:  Dermaga Kasih di Makassar: Di Tengah Duka, Gubernur YSK Pilih Keluarga di Atas Segalanya

Secara yuridis, pembangunan fasilitas publik harus melalui prosedur yang meliputi perubahan peruntukan lahan, izin lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Dugaan pelanggaran prosedur ini dapat menjadi fokus pemeriksaan aparat penegak hukum.

Indikasi Penggelembungan Anggaran

Hasil investigasi GWI dan pemerhati korupsi lokal, M. Aqil, SH, menyebutkan adanya indikasi penggelembungan nilai belanja (mark-up). Menurut Aqil:
“Dana APBD adalah uang rakyat yang harus dikelola dengan tanggung jawab. Setiap praktik ‘kejar tayang’ tanpa pertanggungjawaban bisa menjadi pintu gerbang korupsi.”

Kerugian negara yang timbul dari dugaan penggelembungan anggaran ini masih dalam perhitungan pihak terkait.

Tindak Lanjut dan Aksi Hukum

GWI Banten menegaskan akan menyerahkan laporan lengkap dugaan penyimpangan ini ke kepolisian dan kejaksaan. Syamsul Bahri menambahkan:
“Kami menuntut agar setiap oknum yang terlibat diproses sesuai hukum. Rakyat berhak mendapatkan kejelasan penggunaan dana publik.”

Selain itu, GWI berencana menggelar aksi damai di depan kantor Bupati dan Inspektorat Kabupaten Tangerang sebagai bentuk dorongan agar pemerintah daerah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot
Gubernur Kaltara Tutup Irau ke-12 Malinau, Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar
Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMKN 1 Jagara tentang Safety Riding dan Operasi Patuh Lodaya 2026
DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar
HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tekankan Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perbatasan
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMKN 4 Muna
Kapolres Kuningan Tinjau Pemadaman Karhutla di Kawasan TNGC
Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMAN 1 Mandirancan tentang Tertib Lalu Lintas
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:55 WIB

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMKN 1 Jagara tentang Safety Riding dan Operasi Patuh Lodaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:27 WIB

HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tekankan Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perbatasan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMKN 4 Muna

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB