Telusuri Miras Ilegal, Wartawan Dikeroyok Brutal di Kramatwatu, Aparat Diminta Bertindak Tegas

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG | FAKTAMERAH.COM – Dunia pers kembali tercoreng oleh aksi kekerasan. Seorang wartawan media online Bungas Banten, berinisial JK, menjadi korban pengeroyokan brutal saat menjalankan tugas jurnalistik menelusuri dugaan peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (26/12/2025).
Insiden terjadi di Kampung Cayur, Desa Lebakwarna, lokasi yang selama ini diduga kuat menjadi tempat penjualan miras oplosan jenis arak ciu tanpa merek. Korban datang untuk melakukan konfirmasi dan pengumpulan data sebagai bagian dari kerja jurnalistik.
Menurut keterangan korban, awalnya ia disambut secara normal oleh pemilik usaha miras berinisial S. Namun suasana berubah mencekam setelah korban memperkenalkan diri sebagai wartawan. Tidak lama kemudian, seorang pria berinisial AT datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis golok dan menunjukkan sikap intimidatif.
Situasi pun memanas. Korban kemudian diserang secara bersama-sama oleh sekitar 10 orang, yang diduga merupakan rekan dari anak pemilik usaha miras. Aksi brutal tersebut menyebabkan JK mengalami luka memar di kepala dan sekujur tubuh, nyeri di tenggorokan akibat cekikan, serta bibir pecah akibat pukulan keras.
Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga menjadi sasaran perampasan barang, mulai dari tas, kartu identitas pers (KTA), jaket yang rusak akibat ditarik paksa, hingga handphone yang dirampas dan rekaman video liputan dihapus oleh para pelaku.
Merasa menjadi korban tindak pidana serius, JK langsung menjalani visum et repertum di RSUD dr. Drajat Prawiranegara, Serang, sebelum melaporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut ke Polresta Serang Kota. Laporan korban telah diterima dan kini tengah ditangani pihak kepolisian.
“Saya datang menjalankan tugas sebagai wartawan, bukan mencari masalah. Namun justru saya dianiaya dan dikeroyok. Saya berharap aparat penegak hukum benar-benar menindak tegas para pelaku,” tegas JK.
Kasus ini memperlihatkan dua kejahatan serius sekaligus: dugaan kuat peredaran miras ilegal yang meresahkan masyarakat serta ancaman nyata terhadap kebebasan pers. Kekerasan terhadap wartawan merupakan bentuk pembungkaman informasi dan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi.
FAKTAMERAH.COM menilai aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan transparan, tidak hanya memproses pelaku pengeroyokan, tetapi juga mengusut tuntas dugaan praktik ilegal peredaran miras di wilayah Kramatwatu yang disinyalir telah berlangsung lama.
Dasar Hukum yang Dilanggar
Peredaran minuman beralkohol di Indonesia diatur dalam Perpres Nomor 74 Tahun 2013, yang mewajibkan setiap produksi dan distribusi miras memiliki izin resmi serta pengawasan ketat dari instansi berwenang. Peredaran tanpa izin merupakan pelanggaran hukum.
Selain itu, Pasal 300 KUHP mengatur sanksi pidana bagi pihak yang dengan sengaja menjual atau memberikan minuman memabukkan yang membahayakan orang lain.
Sementara Pasal 492 KUHP menjerat pelaku yang dalam keadaan mabuk mengganggu ketertiban umum.
Di sisi lain, tindakan kekerasan terhadap wartawan jelas melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 dan Pasal 18, yang menjamin kemerdekaan pers serta memberikan ancaman pidana bagi siapa pun yang menghalangi kerja jurnalistik.
Kekerasan terhadap wartawan adalah alarm bahaya bagi demokrasi. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme.

Baca Juga:  HUT RI ke-81, Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah Tegaskan Semangat Pers dan Kemerdekaan

( Red )

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru