JAKARTA, FaktaMerah.com – Sekitar 600 orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional Menggugat Kemerdekaan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Aksi tersebut berlangsung di depan Gedung UOB dan mulai dipadati massa sekitar pukul 14.10 WIB. Peserta aksi berasal dari sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi, di antaranya BEM UI, Universitas Pancasila, PNJ, Paramadina, Trilogi, Unpad, UNJ, Gunadarma, serta FMN. Aksi dikoordinasikan oleh Pj. Yatalathof Ma’shum Imawan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan pemerintah dan persoalan nasional yang dinilai perlu mendapat perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedikitnya delapan tuntutan disampaikan dalam rangkaian orasi.
Pertama, massa menyerukan penghentian kebijakan yang mereka anggap sebagai bentuk penindasan negara terhadap rakyat.
Kedua, mereka mendesak pemerintah memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Ketiga, massa menuntut pelaksanaan reforma agraria yang mereka sebut sebagai upaya mengatasi ketimpangan penguasaan serta pemanfaatan tanah.
Keempat, persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang turut disuarakan. Massa meminta pemerintah mengambil langkah untuk menekan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat.
Kelima, peserta aksi menyerukan evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Mereka juga menyampaikan penolakan terhadap sejumlah program pemerintah yang dalam tuntutannya disebut sebagai MBG dan KDM.
Keenam, massa mempersoalkan pemusatan kekuasaan serta kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). Mereka menyerukan penguatan kembali prinsip otonomi daerah.
Ketujuh, massa meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta mempercepat proses penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana.
Kedelapan, peserta aksi menyerukan penghentian tindakan yang mereka nilai represif oleh aparat TNI dan Polri di ruang sipil. Mereka juga menyampaikan tuntutan terkait pembubaran Batalyon TP.
Orasi Bergantian, Aksi Berlangsung Kondusif
Selama aksi berlangsung, peserta secara bergantian menyampaikan orasi. Sejumlah isu yang menjadi materi penyampaian pendapat antara lain kondisi ekonomi, persoalan agraria, kebijakan pembangunan, desentralisasi, penanganan bencana, serta kebebasan dan ruang demokrasi.
Berdasarkan situasi yang dilaporkan dari lokasi hingga berita ini disusun, aksi berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Aksi tersebut menjadi bagian dari penyampaian pendapat di muka umum yang membawa berbagai persoalan nasional sebagai bahan kritik dan evaluasi terhadap pemerintah.
Redaksi FaktaMerah.com menegaskan bahwa seluruh tuntutan dalam pemberitaan ini merupakan aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi. FaktaMerah.com tetap mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan, serta praduga tak bersalah sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
(Sopi Irawan)
![]()







