PANDEGLANG, FaktaMerah.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mengawal investasi yang masuk ke Kabupaten Pandeglang. Dukungan tersebut dinilai penting guna mendorong pembangunan daerah, membuka peluang usaha, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar CV Menara Biru (MB) bersama jajaran pengurus BPPKB Banten, tokoh masyarakat, dan sejumlah elemen organisasi di salah satu tempat wisata di Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPD BPPKB Provinsi Banten, Ketua DPC BPPKB Kabupaten Pandeglang, jajaran DPAC BPPKB Angsana dan Munjul, Ketua Umum Indonesia Contra Terror (ICT), Ketua Karang Taruna Munjul, perwakilan Gerakan Peduli Munjul, unsur Muspika, pemerintah desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum komunikasi dan silaturahmi untuk membangun kesepahaman antara pihak perusahaan, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan terkait keberadaan serta aktivitas investasi di wilayah Kecamatan Munjul.
Ketua Karang Taruna Munjul, Kholid, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya, kehadiran CV Menara Biru mendapat respons positif dari sebagian masyarakat setempat.
Menurutnya, perusahaan tersebut dinilai telah memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk fasilitas umum dan kegiatan sosial.
“Kami melihat keberadaan CV Menara Biru memberikan manfaat bagi masyarakat. Beberapa kebutuhan fasilitas umum dan kegiatan sosial yang disampaikan masyarakat mendapat respons positif dari pihak perusahaan,” ujar Kholid.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap keberadaan perusahaan tersebut serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan yang mungkin muncul di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPD BPPKB Provinsi Banten, TB Abdul Fatah Endoh Sugriwa, S.H., menegaskan bahwa pihaknya mendukung masuknya investor ke Kabupaten Pandeglang selama kegiatan usaha dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, iklim investasi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“BPPKB Banten siap mendukung dan mengawal investor yang masuk ke wilayah Pandeglang. Kami berharap tidak ada pihak yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu iklim investasi. Tujuan utamanya adalah mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua DPC BPPKB Kabupaten Pandeglang, Ahmad Khotib, S.H., mengatakan bahwa dunia usaha membutuhkan sinergi antara pengusaha, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah.
Ia menilai, dukungan terhadap investasi perlu dibangun melalui komunikasi yang baik serta penghormatan terhadap kearifan lokal.
Menurutnya, dunia usaha juga perlu mendukung program pembangunan pemerintah, termasuk visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Namun, sinergi tersebut harus tetap berjalan dengan memperhatikan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Pengusaha dan masyarakat harus bisa berjalan beriringan. Kearifan lokal perlu dihormati, tetapi seluruh kegiatan usaha juga harus tetap mematuhi peraturan pemerintah,” ujarnya.
Wakil Ketua DPD BPPKB Provinsi Banten, H. Ending Komarudin, turut menyampaikan dukungannya terhadap investasi yang berorientasi pada pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pandeglang.
Ia mengatakan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media, dan kelompok kontrol sosial, diperlukan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarelemen tersebut penting agar kegiatan investasi dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Contra Terror (ICT), Sapta, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal program pembangunan, termasuk kegiatan investasi di Kabupaten Pandeglang.
Ia juga mengajak para aktivis dan pegiat sosial untuk mengedepankan sikap konstruktif dalam menyampaikan aspirasi serta melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha.
“Yang perlu kita pikirkan bersama adalah bagaimana Pandeglang bisa lebih maju dan berkembang. Pengawasan tetap diperlukan, tetapi harus dilakukan secara objektif, berdasarkan fakta, dan sesuai aturan. Media juga harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional,” kata Sapta.
Pada kesempatan yang sama, staf CV Menara Biru, Peri, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Munjul, unsur Muspika, pemerintah desa, serta seluruh perwakilan organisasi dan media yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai forum koordinasi tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan membangun pemahaman antara perusahaan dengan masyarakat setempat.
Peri juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan berkomitmen menjalankan kegiatan usaha sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta mengurus perizinan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami berterima kasih atas kehadiran seluruh pihak. Melalui pertemuan ini, kami berharap komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat dapat terus terjalin. Kami juga berkomitmen menjalankan kegiatan perusahaan sesuai SOP dan ketentuan perizinan yang berlaku,” tuturnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi dan sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah setempat.
Dengan komunikasi yang terbuka, kepatuhan terhadap regulasi, dan pengawasan yang konstruktif, investasi di Kabupaten Pandeglang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi daerah.
(Redaksi)
![]()






