FAKTAMERAH.COM | JAKARTA SELATAN — Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat kecamatan dan kelurahan di Jakarta Selatan resmi dilantik di Ruang Gelatik Utama, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Senin (15/12).
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar, menegaskan bahwa pengukuhan tersebut harus dibarengi dengan kerja nyata di lapangan, khususnya dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Pengurus yang dilantik harus bekerja sungguh-sungguh. Sepuluh Program Pokok PKK bukan slogan, tapi wajib diimplementasikan secara nyata di wilayah masing-masing,” tegas Diah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan, pascapelantikan, seluruh pengurus TP PKK dan Bunda PAUD dituntut aktif membina wilayah. Khusus Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, Diah meminta agar tidak hanya berkutat pada agenda administratif, tetapi turun langsung melakukan pembinaan di satuan-satuan PAUD.
“Pembinaan anak usia dini tidak bisa dikerjakan dari balik meja. Harus hadir langsung, melihat kondisi anak-anak, dan berinteraksi dengan para pendidik,” ujarnya.
Menurut Diah, tanggung jawab TP PKK dan Bunda PAUD tidak ringan. Pemenuhan hak dan kebutuhan anak, pencegahan stunting, hingga pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda Jakarta Selatan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Program akan berjalan kuat jika ada kolaborasi. PKK dan Bunda PAUD tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa pelantikan ini harus dimaknai sebagai momentum strategis, bukan formalitas belaka.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Di situlah karakter dibentuk. Karena itu, TP PKK dan Bunda PAUD adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” ujarnya.
Anwar meminta para pengurus mampu menjadi penggerak, penyemangat, sekaligus teladan dalam pengasuhan anak, pembiasaan hidup sehat, serta pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan di wilayah perkotaan.
Tak hanya itu, ia juga mendorong pengurus membangun kolaborasi yang solid dengan camat, lurah, kader PKK, pendidik PAUD, posyandu, serta elemen masyarakat lainnya.
“Kelola program secara sederhana tapi berdampak. Tertib administrasi, terbuka terhadap inovasi, dan saling belajar antarwilayah. Ukur keberhasilan bukan dari banyaknya kegiatan, tapi dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga dan anak-anak,” tandasnya.
( Awaludin )






