MAKASSAR, FAKTAMERAH.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan sektor peternakan. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan chick in atau pemasukan sebanyak 306 ekor bibit ayam Day Old Chick (DOC) ke Kandang Peternakan Ayam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, serta dihadiri Kepala Bidang Kegiatan Kerja, pejabat struktural di lingkungan Bidang Kegiatan Kerja, dan jajaran pegawai Lapas Kelas I Makassar.
Program chick in merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan di bidang peternakan. Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari pengelolaan usaha peternakan ayam pedaging sebagai bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengembangkan peternakan ayam pedaging melalui pemasukan 306 ekor bibit DOC, Lapas Kelas I Makassar juga mengelola peternakan ayam petelur sebanyak 50 ekor. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Butta Porea Indonesia sebagai bagian dari upaya menciptakan unit pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, berharap seluruh fasilitas peternakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan warga binaan.
“Saya berharap peternakan ayam ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, dikelola secara cepat, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan nilai ekonomis. Lebih dari itu, program ini harus menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan sehingga mereka memiliki bekal untuk mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujar Gumilar Budirahayu.
Menurutnya, program pembinaan berbasis keterampilan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan kerja dan jiwa wirausaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Kelas I Makassar berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya warga binaan yang lebih mandiri, terampil, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah bebas nanti.
(Levi)
![]()







