JAKARTA, FaktaMerah.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-6 Paguyuban Keluarga Besar Putra Jawa Kelahiran Sumatra (Pujakesuma) yang dirangkaikan dengan peringatan hari lahir ke-46 organisasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Agus Andrianto yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Pujakesuma mengajak jajaran pengurus dan anggota organisasi memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangun komunikasi dan kolaborasi untuk mensukseskan program-program Bapak Presiden, utamanya masalah ketahanan pangan. Karena apabila negara berdaulat di bidang pangan, insyaallah kita akan mampu menjaga keamanan dan ketahanan bangsa,” ujar Agus dalam sambutannya.
Agus juga menyampaikan peluang kerja sama ekonomi bagi warga Pujakesuma melalui pemanfaatan rantai pasok kebutuhan bahan makanan di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Agus, unit penyedia bahan makanan (BAMA) di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan memiliki kebutuhan yang dapat dipenuhi melalui produk hasil usaha masyarakat, termasuk warga Pujakesuma.
“Produk yang dihasilkan oleh warga Pujakesuma maupun organisasi di bawahnya dapat menjadi bagian dari rantai pasok yang dibutuhkan. Ini menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah,” katanya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Presidium FPII Dra. Kasihhati, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) Irjen Pol (Purn) Dr. Mashudi, serta Direktur Utama Perhutani Teo.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Ia mengatakan, warga Pujakesuma yang lahir dan besar di Sumatra tetap dapat menjaga akar budaya Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
“Menjadi Indonesia bukan berarti tercerabut dari akar budaya. Justru keberagaman budaya yang terjaga menjadi kekuatan bangsa,” ujar Dahnil.
Dahnil juga menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran dalam menjaga nilai budaya dan kearifan lokal yang dapat berjalan seiring dengan pembangunan.
Sementara itu, Ketua Umum Pujakesuma Eko Sopianto mengatakan organisasi yang berdiri sejak 10 Oktober 1980 tersebut terus berupaya memperkuat peran di bidang sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Dalam laporannya, Eko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang selama lebih dari empat dekade turut menjaga keberlangsungan organisasi.
Ia juga menegaskan komitmen Pujakesuma untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mubes ke-6 Pujakesuma menjadi forum organisasi untuk melakukan evaluasi, membahas arah kebijakan, serta menentukan kepemimpinan organisasi ke depan.
Melalui pelaksanaan Mubes tersebut, Pujakesuma menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai budaya, memperkuat persatuan, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
(Redaksi)
![]()






