Ketum Generasi Merdeka: Setiap Rupiah Anggaran Harus Berdampak bagi Rakyat

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Faktamerah.com – Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai perlu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan negara agar semakin efektif, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat hingga tingkat desa.

Ketua Umum Generasi Merdeka Indonesia Emas, Alya Cahya, mengatakan pengelolaan keuangan negara tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian indikator ekonomi makro. Menurutnya, efektivitas kebijakan fiskal juga perlu dilihat dari sejauh mana anggaran negara dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pergantian Menkeu harus menjadi momentum untuk melihat pengelolaan keuangan negara secara lebih menyeluruh. Jangan hanya berbicara mengenai angka di pusat, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar Alya.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai pemerataan pembangunan perlu menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan fiskal pemerintah. Daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, maupun pelayanan publik, kata dia, perlu mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Alya juga menyoroti pentingnya posisi desa dalam pembangunan nasional. Menurut dia, kebijakan anggaran yang berkaitan dengan desa perlu dilaksanakan secara transparan, terukur dan tepat sasaran, serta disertai mekanisme pengawasan yang memadai.

“Jangan sampai ada kesenjangan antara kebijakan anggaran di pusat dengan kebutuhan masyarakat di bawah. Pemerintah harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara memiliki dampak yang jelas bagi rakyat,” katanya.

Baca Juga:  Pimred FaktaMerah Mario: Hari Pers Momentum Meneguhkan Jurnalisme Berbasis Fakta

Selain pemerataan, Generasi Merdeka Indonesia Emas mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa. Koordinasi tersebut dinilai penting agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih terintegrasi dan mengurangi potensi tumpang tindih program.

Alya juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki ruang untuk turut mengawasi penggunaan anggaran, sementara pemerintah daerah dan pemerintah desa dituntut semakin profesional dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan keuangan.

“Yang kita harapkan bukan hanya pergantian pejabat, tetapi adanya perspektif baru dalam mengelola keuangan negara. Anggaran harus menjadi instrumen pemerataan dan kesejahteraan, bukan sekadar angka dalam laporan,” tegasnya.

Generasi Merdeka Indonesia Emas berharap Menteri Keuangan yang baru nantinya dapat menghadirkan kebijakan fiskal yang responsif terhadap kebutuhan daerah, memperkuat pembangunan desa, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Dari desa untuk Indonesia. Keuangan negara harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” pungkas Alya Cahya.

Generasi Merdeka Indonesia Emas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pemerataan manfaat pembangunan.

(Aef)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI
Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin
Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran
Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Dapur MBG di Lebak Diduga Tak Sesuai SOP, FRIC Desak Korwil BGN Segera Evaluasi
Ketua Presidium FPII Kasihhati Hadiri Pelantikan 36 Pejabat Pemasyarakatan Sumsel
95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:33 WIB

Ketum Generasi Merdeka: Setiap Rupiah Anggaran Harus Berdampak bagi Rakyat

Kamis, 10 September 2026 - 11:26 WIB

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI

Kamis, 3 September 2026 - 13:19 WIB

Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh

Berita Terbaru