95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, FAKTAMERAH.COM – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo memimpin penanaman perdana bawang putih di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih nasional.

Penanaman di Cianjur dilakukan pada lahan seluas sekitar 6 hektare dengan melibatkan kelompok tani setempat. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian penanaman bawang putih, panen raya, dan peletakan batu pertama atau ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakapolri mengatakan, Cianjur merupakan salah satu wilayah yang dipilih dalam program pengembangan bawang putih di Jawa Barat.

Menurut Dedi, program tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian nasional.

“Ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Sementara itu, sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan budidaya bawang putih terus didorong melalui kerja sama dengan kelompok tani dan sejumlah pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Prabowo Hadiri Pemusnahan 214 Ton Narkoba di Mabes Polri: Perintahkan Pemberantasan Narkoba, Penyelundupan, dan Judi Online

Dedi menyebut, sejak 2025 Polri telah mulai mengembangkan program tersebut bersama kelompok tani. Hingga 2026, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 948 hektare dengan capaian panen basah sekitar 9.480 ton.

Program tersebut kemudian diperluas melalui jajaran kewilayahan Polri. Sebanyak 14 Polda dan 59 Polres disebut telah berpartisipasi dengan total lahan penanaman mencapai 279,53 hektare serta estimasi hasil panen sekitar 2.795,4 ton.

Khusus di Jawa Barat, penanaman bawang putih secara serentak dilakukan di lahan seluas 44,58 hektare dengan potensi hasil panen sekitar 445,8 ton.

Lahan tersebut berasal dari sejumlah sumber, antara lain PTPN, Dinas Pertanian, serta gabungan kelompok tani atau Gapoktan.

Dedi menegaskan, pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap agar produksi bawang putih dapat terus meningkat.

“Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan hingga target swasembada bawang putih terwujud,” katanya.

Selain di Cianjur, kegiatan serentak juga dilaksanakan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Di wilayah tersebut dilakukan penanaman bawang putih pada lahan seluas 120 hektare dan panen raya di lahan sekitar 105 hektare.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Gudang tersebut disiapkan sebagai fasilitas penyimpanan dan penjemuran bawang putih. Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil panen sekaligus mendukung stabilitas pasokan.

Program pengembangan bawang putih tersebut menjadi salah satu langkah kolaboratif antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Dengan penambahan luas lahan dan peningkatan produktivitas secara bertahap, program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketersediaan bawang putih untuk kebutuhan masyarakat.

(Levi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB