Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi kepolisian kewilayahan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polres dengan fokus utama menekan pelanggaran, kemacetan, dan angka kecelakaan lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di Mapolda Jabar, Senin (17/11/2025), sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel sebelum operasi diterjunkan ke lapangan. Total 2.088 personel dikerahkan, terdiri dari 520 personel Satgas Polda Jabar dan 1.568 personel Satgasres di jajaran Polres.
Fokus pada Kamseltibcarlantas Menjelang Natal 2025
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolda Jabar menyebut Operasi Zebra Lodaya 2025 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025”. Operasi ini dirancang untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman serta meningkatkan disiplin masyarakat.
“Target operasi adalah menurunnya fatalitas kecelakaan, berkurangnya pelanggaran, dan meningkatnya disiplin berlalu lintas. Sasaran mencakup potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan,” ujar Kapolda.
Penindakan Didominasi ETLE 95%
Operasi Zebra Lodaya 2025 mengedepankan strategi tindakan preemtif 40%, preventif 40%, dan represif 20% dengan pendekatan humanis. Kapolda menegaskan bahwa 95% penindakan selama operasi mengandalkan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara 5% sisanya merupakan penindakan manual.
Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan transparansi penegakan hukum, sekaligus mencegah potensi interaksi yang tidak perlu antara petugas dan pengendara.
Personel juga diwajibkan menjaga sikap profesional, menghindari tindakan kontra produktif, serta memprioritaskan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Operasi Mencakup Tol dan Arteri
Operasi ini meliputi seluruh wilayah hukum Polda Jabar, termasuk ruas jalan tol dan arteri yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat. Pengawasan melekat oleh para perwira juga ditekankan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar operasional.
Irjen Pol Rudi Setiawan berharap operasi ini mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman menjelang masa libur akhir tahun.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan dan memberikan dampak nyata bagi keamanan lalu lintas di Jawa Barat,” tegasnya.
( Ridwan )






