HUMDER | FAKTAMERAH.COM – Saf-saf masjid di kawasan Pelabuhan Makassar tampak berbeda pada siang itu. Bukan hanya dipenuhi jamaah warga sekitar, deretan personel berseragam cokelat khas kepolisian turut berdiri rapi dalam barisan. Namun kehadiran mereka bukan untuk razia atau patroli keamanan. Mereka datang untuk satu tujuan: menunaikan shalat Dzuhur berjamaah bersama masyarakat.
Inilah wujud nyata Program Safari Memakmurkan Masjid, agenda unggulan Kapolres Pelabuhan Makassar yang kini dijalankan secara rutin oleh jajaran Polsek Paotere dan satuan fungsi lainnya.
Melalui program ini, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang membangun kedekatan, merawat kepercayaan, serta menumbuhkan ketenangan sosial di tengah dinamika masyarakat pelabuhan yang heterogen.
Program yang dilaksanakan setiap hari ini merupakan bagian dari strategi pendinginan sosial (cooling system) Polres Pelabuhan Makassar. Pendekatan persuasif tersebut menempatkan dialog, empati, dan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi kami dan masyarakat. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, kami juga mendengarkan aspirasi warga. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam momen ibadah,” ujar Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil.
Usai shalat berjamaah, suasana tidak langsung bubar. Percakapan ringan mengalir di serambi masjid. Personel kepolisian dan jamaah berdiskusi berbagai persoalan, mulai dari kondisi ekonomi, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan remaja, hingga upaya mencegah potensi konflik di lingkungan permukiman.
Dalam suasana yang tenang dan setara tersebut, sekat formal antara aparat dan masyarakat tampak mencair.
“Biasanya kalau polisi datang orang takut. Tapi sekarang berbeda. Mereka datang shalat bersama, lalu ngobrol santai. Kami jadi merasa dekat dan lebih respect,” ungkap salah seorang jamaah.
Melalui Safari Memakmurkan Masjid, Polres Pelabuhan Makassar juga memberi perhatian pada pembinaan generasi muda. Tanpa ceramah panjang, para personel mengajak para remaja memahami bahwa balap liar, tawuran, dan konflik kelompok hanya akan merugikan masa depan mereka sendiri.
“Kami juga mengajak para orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Bangunkan subuh, ajak ke masjid, tanamkan nilai kehidupan dan pentingnya menjaga kedamaian,” tegas Aipda Adil.
Pendekatan berbasis ibadah ini dinilai lebih efektif karena dilakukan dalam suasana sejuk, penuh ketulusan, serta tanpa tekanan.
Wujud Nyata Polri Humanis
Safari Memakmurkan Masjid menjadi cerminan wajah Polri yang humanis—hadir tidak hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga saat masyarakat bersujud dan menenangkan hati.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungannya. Mari’ki sama-sama wujudkan Makassar yang aman, rukun, dan bebas dari konflik sosial,” pungkas Aipda Adil.
Dengan pendekatan religius yang menyejukkan, Polres Pelabuhan Makassar menegaskan bahwa menjaga kamtibmas dapat dimulai dari hal paling sederhana namun sarat makna: shalat berjamaah, satu saf, satu hati, untuk kebaikan bersama.
(Ramdani)
![]()
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






