JAKARTA, Faktamerah.com – Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dinilai perlu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan negara agar semakin efektif, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat hingga tingkat desa.
Ketua Umum Generasi Merdeka Indonesia Emas, Alya Cahya, mengatakan pengelolaan keuangan negara tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian indikator ekonomi makro. Menurutnya, efektivitas kebijakan fiskal juga perlu dilihat dari sejauh mana anggaran negara dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
“Pergantian Menkeu harus menjadi momentum untuk melihat pengelolaan keuangan negara secara lebih menyeluruh. Jangan hanya berbicara mengenai angka di pusat, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar Alya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai pemerataan pembangunan perlu menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan fiskal pemerintah. Daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, maupun pelayanan publik, kata dia, perlu mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
Alya juga menyoroti pentingnya posisi desa dalam pembangunan nasional. Menurut dia, kebijakan anggaran yang berkaitan dengan desa perlu dilaksanakan secara transparan, terukur dan tepat sasaran, serta disertai mekanisme pengawasan yang memadai.
“Jangan sampai ada kesenjangan antara kebijakan anggaran di pusat dengan kebutuhan masyarakat di bawah. Pemerintah harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara memiliki dampak yang jelas bagi rakyat,” katanya.
Selain pemerataan, Generasi Merdeka Indonesia Emas mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa. Koordinasi tersebut dinilai penting agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih terintegrasi dan mengurangi potensi tumpang tindih program.
Alya juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki ruang untuk turut mengawasi penggunaan anggaran, sementara pemerintah daerah dan pemerintah desa dituntut semakin profesional dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan keuangan.
“Yang kita harapkan bukan hanya pergantian pejabat, tetapi adanya perspektif baru dalam mengelola keuangan negara. Anggaran harus menjadi instrumen pemerataan dan kesejahteraan, bukan sekadar angka dalam laporan,” tegasnya.
Generasi Merdeka Indonesia Emas berharap Menteri Keuangan yang baru nantinya dapat menghadirkan kebijakan fiskal yang responsif terhadap kebutuhan daerah, memperkuat pembangunan desa, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Dari desa untuk Indonesia. Keuangan negara harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” pungkas Alya Cahya.
Generasi Merdeka Indonesia Emas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pemerataan manfaat pembangunan.
(Aef)
![]()







