Jakarta, faktamerah.com — Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan proyek pembangunan Jalan Layang (flyover) Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah resmi dimulai dan berjalan sesuai jadwal. Pembangunan flyover ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Wiwik Wahyuni, mengatakan proyek tersebut saat ini memasuki tahap awal pelaksanaan.
“Pembangunannya sesuai jadwal. Pada Oktober 2025 ini telah resmi memasuki tahap awal,” ujar Wiwik di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
ADVERTISEMENT
google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0SCROLL TO RESUME CONTENT
Wiwik menjelaskan, proses pembangunan diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan PT Modern Widya Tehnical selaku kontraktor pelaksana pada 24 Oktober 2025.
“Proses ini dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama melalui skema kontrak rancang dan bangun (design and build),” tambahnya.
Lebih lanjut, Wiwik menyebutkan proyek ini masih memerlukan sejumlah tahapan persiapan sebelum memasuki fase konstruksi fisik. Di antaranya sosialisasi kepada warga sekitar, penyelidikan tanah, serta survei pengukuran.
“(Proyek) sedang memasuki tahap perancangan dan desain, persiapan sosialisasi pelaksanaan, penyelidikan tanah, dan survei pengukuran,” jelasnya.
Wiwik juga menegaskan bahwa proyek strategis ini diharapkan dapat selesai tepat waktu.
“Pembangunan flyover ini direncanakan selesai sesuai jadwal pada Desember 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Subkelompok Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Mahendra, menuturkan flyover Latumenten akan dibangun sepanjang 380 meter, menghubungkan sisi selatan hingga sisi utara Stasiun Grogol.
Nantinya, Jalan Latumenten di bawah flyover hanya akan diperuntukkan bagi kendaraan umum seperti Transjakarta, Jaklingko, dan kereta Commuter Line. Sementara kendaraan pribadi seperti mobil dan motor akan diarahkan melintas di atas flyover.
Sebagai pelengkap fasilitas publik, Pemprov DKI juga akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan konsep skywalk berbayar bagi pejalan kaki, serupa dengan skywalk di Bundaran HI.
( Ridwan )






