Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Audit Total Ormas/LSM dan Tindak Lembaga Bermasalah

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, faktamerah.com – Pergeseran fungsi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari peran pengawasan sosial menjadi pelaksana proyek pengadaan barang dan jasa dinilai telah memasuki fase mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera melakukan audit total serta penertiban menyeluruh terhadap lembaga-lembaga yang dinilai menyimpang dari tugas dan fungsinya.

Pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menilai bahwa fenomena tersebut membutuhkan pengawasan khusus dan intervensi langsung pemerintah pusat.

“Selama ini Ormas dan LSM sangat perlu pengawasan melekat. Harus ada badan atau lembaga yang khusus membina dan mengawasi secara komprehensif,” ujarnya saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sebagian besar lembaga kini sudah menyimpang dari tujuan awal sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris dan pendaftaran di Kemenkumham, yakni sebagai pilar kontrol sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pergeseran Fungsi: Dari Kontrol Sosial Menjadi Pelaksana Proyek

Di berbagai daerah, ditemukan kecenderungan kuat bahwa sekitar 90% Ormas/LSM beralih menjadi pelaksana proyek pengadaan barang dan jasa, baik dari anggaran pemerintah (APBN/APBD) maupun sektor swasta. Hal ini dinilai mengaburkan fungsi utama lembaga non-profit tersebut.

Implikasi Hukum yang Berpotensi Dilanggar

  1. Pelanggaran Fungsi Kontrol Sosial
    UU No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas menegaskan bahwa peran Ormas meliputi penyaluran aspirasi, pemberdayaan masyarakat, dan kontrol sosial. Ketika Ormas/LSM terlibat sebagai kontraktor proyek, fungsi kontrol tersebut berpotensi hilang dan menimbulkan konflik kepentingan.
  2. Melampaui Wewenang Pemerintah
    Pasal 29 UU yang sama melarang Ormas menjalankan fungsi yang menjadi tugas pemerintah. Menjadi pelaksana proyek, terutama tanpa legalitas dan kompetensi jasa konstruksi, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran.
  3. Risiko Korupsi dan Kerugian Negara
    Banyak pekerjaan proyek yang dilaporkan tidak sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penyimpangan ini dapat berujung pada kerugian keuangan negara serta berpotensi masuk ranah pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999.
Baca Juga:  Pemuda Muslim Air Solobar Ambon Berkomitmen Jaga Kondusifitas Kamtibmas Jelang Nataru

Selain itu, aturan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui Perpres No. 12 Tahun 2021 mewajibkan prinsip efisien, transparan, bersaing, dan akuntabel. Keterlibatan Ormas/LSM tanpa kualifikasi profesional dianggap bertentangan dengan prinsip tersebut.

Desakan Kepada Presiden Prabowo: Audit Total dan Penindakan Tegas

Melihat kondisi yang dinilai kronis ini, Prof. Sutan meminta Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan audit dan penindakan terhadap Ormas/LSM bermasalah.

Saya meminta Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kementerian terkait untuk menyidik Ormas/LSM yang bermasalah dan membredel lembaga yang terbukti menyimpang,” tegasnya.

Tujuan Audit Total

  1. Verifikasi Penggunaan Anggaran
    Mengacu pada UU No. 15 Tahun 2004, audit diperlukan untuk memastikan dana APBN/APBD yang melibatkan Ormas/LSM digunakan sesuai ketentuan.
  2. Penindakan Terhadap Penyimpangan
    Audit harus dilanjutkan dengan proses hukum bila ditemukan kerugian negara atau proyek tidak sesuai spesifikasi.
  3. Rekonstruksi Fungsi Ormas/LSM
    Mengembalikan lembaga-lembaga tersebut pada peran awalnya: kontrol sosial, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat sesuai AD/ART dan UU No. 17 Tahun 2013.

Prof. Sutan menegaskan bahwa langkah tegas pemerintah mutlak diperlukan demi menjamin akuntabilitas anggaran negara, mutu layanan publik, serta membersihkan praktik yang menyalahi batas antara lembaga sosial dan kontraktor proyek.

Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar Hukum Internasional – Ekonom Nasional
Presiden Partai Oposisi Merdeka
Jenderal Kompii – Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta

( Awaludin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Cilegon Hadiri Istigasah dan Doa Bersama, Perkuat Sinergi Polri dengan Masyarakat
Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional
Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo
Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan
MAKKI Desak Kapolri Copot Kapolres Karangasem, Soroti Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang
Perkuat Kesiapan Prajurit, Pangdam XVIII/Kasuari Resmikan Lapangan Tembak dan Fasilitas Yonif 762/VYS
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Kapolres Cilegon Hadiri Istigasah dan Doa Bersama, Perkuat Sinergi Polri dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Jumat, 25 September 2026 - 08:45 WIB

Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WIB

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo

Senin, 21 September 2026 - 15:55 WIB

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan

Berita Terbaru