Aliansi Wartawan Independen Indonesia Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Pelaku Kekerasan Seksual Anak

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang — Perlindungan terhadap perempuan dan anak kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah menegaskan komitmennya melalui berbagai regulasi dan kebijakan baru untuk memperkuat penanganan tindak kekerasan seksual, terutama terhadap anak di bawah umur.

Regulasi tersebut antara lain Perpres No. 9 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual, Permen PPPA No. 1 Tahun 2021 tentang Dana Alokasi Khusus Non Fisik Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak, serta dua peraturan pemerintah terbaru — PP No. 29 Tahun 2025 tentang Dana Bantuan Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan PP No. 30 Tahun 2025 tentang Pencegahan, Penanganan, Perlindungan, dan Pemulihan Korban Kekerasan Seksual.

Selain itu, pemerintah juga tengah menguatkan Gerakan Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (GN-AKPA) yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“GN-AKPA bukan milik satu institusi. Ini gerakan bersama agar upaya pencegahan, perlindungan, dan pemulihan berjalan lebih konkret di lapangan. Rencana Aksi Nasional (RAN) dan Rencana Aksi Daerah (RAD) sedang disusun agar masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).


AWII Dorong Sinergi dan Responsifitas Penegakan Hukum

Menyoroti hal tersebut, Advokat Muda dan Divisi Hukum serta HAM Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) DPD Provinsi Banten, Mounieka Suharbima, S.H., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Baca Juga:  Jaminan Sosial 2025 Dinilai Belum Berpihak pada Rakyat, INSPIR Indonesia Soroti Kesenjangan Perlindungan dan Penolakan Pasien

Menurutnya, Kejaksaan Agung telah melakukan langkah positif dengan membentuk direktorat khusus yang menangani perkara anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan memastikan korban mendapatkan keadilan secara utuh.

“Penguatan kelembagaan terus dilakukan untuk memastikan penanganan perkara lebih responsif terhadap korban. Namun, tantangan di lapangan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagaimana mendorong korban, khususnya anak, agar berani bersuara,” ujar Mounieka.

Ia menambahkan, masih banyak korban anak yang belum menyadari dirinya sebagai korban kekerasan seksual. Hal ini memperlambat proses hukum karena kurangnya laporan atau kesaksian yang kuat dari pihak korban.

“Sering kali korban tidak menyadari dirinya sebagai korban. Kami butuh dukungan dari Kemen PPPA, UPTD PPA, dan Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota untuk memperkuat pemahaman korban agar bisa memberikan kesaksian dengan aman, tanpa tekanan, dan dengan pendampingan yang tepat,” tegasnya.

Mounieka berharap agar semua unsur — mulai dari aparat penegak hukum, lembaga pemerintah, hingga masyarakat — dapat berkolaborasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.


(Team AWII/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional
Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo
Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan
MAKKI Desak Kapolri Copot Kapolres Karangasem, Soroti Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang
Perkuat Kesiapan Prajurit, Pangdam XVIII/Kasuari Resmikan Lapangan Tembak dan Fasilitas Yonif 762/VYS
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen Terungkap, Polisi Tetapkan Tujuh Orang sebagai Tersangka
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Jumat, 25 September 2026 - 08:45 WIB

Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WIB

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo

Senin, 21 September 2026 - 15:55 WIB

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan

Rabu, 16 September 2026 - 13:42 WIB

MAKKI Desak Kapolri Copot Kapolres Karangasem, Soroti Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB