Pengamat Ingatkan Mitigasi Saat Pembatasan TPA Cipeucang, Pemkot Tangsel Pastikan Layanan Terjaga

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel (FAKTAMERAH.COM) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meminta masyarakat bersabar terkait proses penanganan dan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Pemkot memastikan seluruh langkah perbaikan berjalan bertahap dan menyebut kritik publik sebagai masukan penting dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengatakan sejumlah pekerjaan teknis kini tengah diselesaikan secara bertahap. Ia menegaskan penanganan tidak dapat dilakukan sekaligus karena TPA tetap harus beroperasi menerima sekitar 250 ton sampah per hari.

“Kami memohon masyarakat bersabar. Ada tahapan teknis yang harus dipenuhi agar proses penataan benar-benar aman dan berkelanjutan. Perbaikan berlangsung setiap hari, tetapi tetap harus menjaga stabilitas lahan dan operasional TPA,” ujar Bani di Serpong, Kamis (11/12).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bani, saat ini Pemkot tengah melakukan penataan ulang zona aktif, memperkuat struktur tanah di area berisiko, meningkatkan kapasitas pemilahan sampah, serta menata ulang akses operasional. Sejumlah kendala teknis dan administratif—seperti pengujian struktur hingga pengaturan alur pembuangan—masih membutuhkan waktu penyelesaian.

Ia juga menyebut Pemkot telah membuka ruang dialog dengan komunitas lingkungan, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi terbaik bagi penataan TPA Cipeucang.

“Kami tidak tinggal diam. Penanganan dilakukan bertahap dan terukur. Kritik warga kami terima sebagai masukan. Kami hanya membutuhkan ruang untuk menyelesaikan tahapan yang sudah berjalan,” kata Bani.

DLH Tangsel turut mengajak warga mendukung upaya pengurangan sampah melalui pemilahan dari rumah, pengolahan sampah organik, dan pemanfaatan bank sampah.

“Kami memohon dukungan warga. Tujuan kami sama, yakni mewujudkan Tangsel yang lebih bersih dan pengelolaan Cipeucang yang modern,” ujarnya.

Baca Juga:  AWII Tangerang Raya Tegaskan Peran sebagai Mitra Kritis Pemerintah Daerah

Pemkot Tangsel memastikan akan terus memperbarui informasi perkembangan penanganan Cipeucang serta membuka ruang dialog dengan masyarakat, komunitas lingkungan, dan para pemangku kepentingan.

Pengamat: Perbaikan Tidak Bisa Instan, Mitigasi Wajib Dipenuhi

Pengamat kebijakan publik Yanuar Wijanarko menilai persoalan TPA Cipeucang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menyebut Pemkot Tangsel telah mengambil langkah teknis yang diperlukan, meski percepatan tetap diperlukan di beberapa aspek.

“Pengelolaan sampah bukan pekerjaan sederhana. Ada kendala teknis, dinamika lahan, dan kebutuhan koordinasi lintas pihak. Upaya pemerintah tidak cukup tanpa dukungan masyarakat,” kata Yanuar.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap langkah perbaikan harus diiringi mitigasi agar tidak menimbulkan persoalan baru. Yanuar menyoroti keluhan sebagian warga mengenai sampah yang belum terangkut akibat adanya pembatasan operasional di TPA Cipeucang.

“Penanganan Cipeucang jangan sampai menimbulkan masalah baru. Saat TPA dibatasi atau ditutup sementara, penumpukan sampah di lingkungan warga bisa memicu penyakit, apalagi di tengah musim hujan seperti sekarang,” tegasnya.

Menurut Yanuar, prioritas Pemkot harus mencakup dua hal sekaligus: memastikan perbaikan struktural di TPA berjalan, dan menjaga pelayanan pengangkutan sampah di permukiman tetap stabil.

“Keduanya harus berjalan beriringan. Publik bisa menerima perbaikan bertahap selama tidak berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong Pemkot Tangsel untuk terus memberikan informasi terbuka mengenai progres penanganan, skema pengalihan, serta solusi jangka pendek agar warga tidak merasa dibiarkan menghadapi penumpukan sampah.

“Tujuan pemerintah dan warga sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan persampahan. Karena itu seluruh pihak perlu terlibat,” tutupnya.

( Hendrik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nimrod Sesa Resmi Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Sorong, Elisa Kambu Tekankan Integritas
Camat Kresek Eka Fathussidki Dialog Langsung dengan Warga Desa Sondol, Serap Aspirasi Masyarakat
Peringati HUT RI ke-81, Mayjen (P) Saurip Kadi Soroti Pidato Presiden dan Solusi Pembenahan Sistem Kenegaraan
AWII Desak Inspektorat Tangsel Audit Menyeluruh Semua Paket PT Anbilla Jaya Konstruksi
Soroti Dominasi Paket Proyek PT AJK di Dinas Perkim Tangsel, AWII Minta Kajari Baru Lebih Tegas
Maksimalkan Fungsi Youth Space, Camat Cibeunying Kidul Dorong RW 09 Ajukan Penambahan Fasilitas Lewat Program Prakarsa
Pemkot Jakpus Genjot Pengentasan Kemiskinan di Johar Baru, OPD Diminta Percepat Realisasi Program 2026
KPKB Soroti Temuan BPK soal Potensi Pajak Reklame Rp1,33 Miliar, Pemkab Bogor Didorong Optimalkan PAD
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Nimrod Sesa Resmi Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Sorong, Elisa Kambu Tekankan Integritas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:38 WIB

Camat Kresek Eka Fathussidki Dialog Langsung dengan Warga Desa Sondol, Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Mayjen (P) Saurip Kadi Soroti Pidato Presiden dan Solusi Pembenahan Sistem Kenegaraan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:03 WIB

AWII Desak Inspektorat Tangsel Audit Menyeluruh Semua Paket PT Anbilla Jaya Konstruksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Soroti Dominasi Paket Proyek PT AJK di Dinas Perkim Tangsel, AWII Minta Kajari Baru Lebih Tegas

Berita Terbaru