PASAMAN | FAKTAMERAH.COM – Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, PhD menegaskan bahwa mafia pupuk subsidi merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional dan harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Sutan Nasomal menanggapi kelangkaan pupuk subsidi yang dialami petani di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meski data aplikasi penyaluran justru menunjukkan serapan masih rendah.
“Jika swasembada pangan ingin terjamin, maka praktik tikus berdasi yang bermain dalam distribusi pupuk subsidi harus diberantas. Jangan sampai petani terus dirugikan,” tegasnya, Minggu (4/1/2026).
Berdasarkan data penyaluran, alokasi pupuk Urea sebesar 13.050 kilogram baru tersalurkan 9.175 kilogram atau sekitar 71 persen. Sementara pupuk NPK Phonska dari alokasi 26.100 kilogram, realisasi penyaluran baru mencapai 8.750 kilogram atau sekitar 34 persen.
Ironisnya, di saat data menunjukkan sisa alokasi dan stok masih tersedia, petani di lapangan justru mengaku kesulitan memperoleh pupuk subsidi menjelang musim tanam.
“Di data pupuk ada, tapi di kios kosong. Kami bolak-balik, jawabannya selalu tidak tersedia,” keluh salah satu petani Pasaman.
Ketidaksinkronan data dan kondisi lapangan ini memunculkan dugaan adanya penyimpangan distribusi pupuk subsidi yang melibatkan sejumlah pihak dalam rantai penyaluran.
Prof. Sutan Nasomal mendesak Polda Sumatera Barat bersama TNI untuk turun tangan secara tegas dan transparan. Ia menegaskan, penegakan hukum tidak boleh berhenti di level bawah, melainkan harus menelusuri seluruh mata rantai distribusi.
“Siapa pun yang terbukti menyimpang harus ditindak tegas. Ini soal keadilan bagi petani dan masa depan ketahanan pangan bangsa,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Pasaman belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi terkait distribusi pupuk subsidi.
Sumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
( Tim Redaksi )
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






