JAKARTA, FAKTAMERAH.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah strategi besar dalam perang melawan narkoba. Tidak lagi hanya mengandalkan penangkapan bandar, BNN kini menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai fokus utama kebijakan nasional.
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan, perang narkoba tidak bisa hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi harus melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas.
“Menangkap bandar itu penting, tapi yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus narkoba,” ujar Suyudi, Selasa (30/12/2025).
BNN menilai anak dan remaja sebagai kelompok paling rentan. Melalui program Ananda Bersinar, BNN mendorong pencegahan sejak dini dengan edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, serta peran keluarga.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, BNN menegaskan tidak ada kompromi terhadap sindikat narkotika. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, mulai dari penyitaan dua ton sabu di Batam hingga pembongkaran laboratorium narkoba di Tangerang.
Selain itu, BNN memperkuat layanan rehabilitasi melalui program Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas dan melibatkan lebih dari 1.400 agen pemulihan.
“Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus dipulihkan. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses dan bebas stigma,” kata Suyudi.
BNN juga mengembangkan Desa Bersinar, memperkuat Call Center 184, serta meningkatkan peran Indonesia di forum internasional seperti CND dan ISSUP.
“Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika generasi muda terlindungi dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
( Raka Abib )
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






