JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran di sejumlah pasar tradisional. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan turun langsung untuk menelusuri penyebab lonjakan harga sekaligus menyiapkan langkah pengendalian agar dampaknya tidak membebani masyarakat.
Menurut Pramono, kenaikan harga diduga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat faktor cuaca dan ancaman kekeringan. Karena itu, TPID akan melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan penyebab utama kenaikan harga sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
Meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas sayuran, Pemprov DKI menegaskan kondisi inflasi Jakarta masih terkendali. Hingga Juni 2026, inflasi bulanan Jakarta tercatat sebesar 0,41 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,44 persen. Sementara inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di angka 2,78 persen, juga lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 3,34 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pramono menyebut capaian tersebut menunjukkan Jakarta masih menjadi provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Jawa. Kendati demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan kenaikan harga yang terjadi di tingkat pasar dan akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga maupun ketersediaan pasokan pangan.
Pemprov DKI berharap langkah cepat TPID dapat menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi komoditas, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar di tengah tantangan cuaca yang memengaruhi produksi pertanian.
(Paryono)
![]()







