Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG, BANTEN, FaktaMerah.com – Operasi pencarian terhadap rombongan awak kapal dan wartawan yang dilaporkan mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Dalam perkembangan terbaru, sebuah life jacket yang sebelumnya ditemukan di perairan sekitar Anyer telah diamankan oleh tim untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.

Kabidhumas Polda Banten mengatakan, informasi mengenai temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang dilaporkan hilang kontak.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pemilik kapal, Sandi, memastikan life jacket yang ditemukan bukan merupakan perlengkapan milik kapal Arupadatu 1, yang digunakan oleh rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian.

Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2,” ujar Sandi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Sandi, perbedaan tersebut terlihat pada bagian resleting, grip, serta material life jacket. Berdasarkan perbandingan dengan perlengkapan yang dimiliki, ia menyatakan benda yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadatu 1.

Polda Banten Lakukan Pendataan Antemortem

Selain pencarian di lokasi, proses identifikasi juga mulai dipersiapkan sebagai bagian dari prosedur penanganan apabila dalam operasi SAR nantinya ditemukan korban.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Lepas 120 Calon Jamaah Haji Keluarga Besar Polda Jabar

Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol Dr. I Gusti Gede Dharma Arimbawa menjelaskan, proses identifikasi korban dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan di lokasi, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, hingga rekonsiliasi.

Menurutnya, pihaknya telah menerima delapan data antemortem dari keluarga korban.

“Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban. Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” jelasnya.

Proses tersebut merupakan bagian dari prosedur identifikasi untuk memastikan identitas seseorang berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat Diminta Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” katanya.

Polda Banten juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan operasi pencarian melalui informasi resmi yang disampaikan Polda Banten maupun tim SAR gabungan.

Hingga informasi ini disampaikan, operasi pencarian terhadap rombongan yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik
Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla
668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat
Panjat Pinang Meriahkan Penutupan HUT RI ke-81 di Lubang Buaya Jakarta Timur
Rumah Nenek Narpah di Lebak Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Minta Bantuan Pemerintah
Semarak HUT RI ke-81, Desa Malingping Selatan Gelar Karnaval Akbar Libatkan 14 Desa
Tim Labfor Polda Sumut Periksa SPPG Berastagi Usai Dugaan Keracunan Siswa
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1

Rabu, 9 September 2026 - 06:05 WIB

Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan

Minggu, 6 September 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik

Sabtu, 5 September 2026 - 09:33 WIB

Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla

Kamis, 3 September 2026 - 09:26 WIB

668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat

Berita Terbaru