668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, JAWA TIMUR, FaktaMerah.com -Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah.

Hingga Kamis (3/9/2026) pagi, tercatat 668 orang menjalani penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan yang berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 586 pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, 80 pasien masih menjalani perawatan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam tahap observasi.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, para pasien tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Penanganan dilakukan di rumah sakit, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan lainnya.

RSUD Notopuro Tangani Pasien Terbanyak
Dari data yang dihimpun hingga Kamis sekitar pukul 09.30 WIB, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak.
Sebanyak 383 pasien tercatat mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.

” Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Paling banyak ada di RSUD Notopuro Sidoarjo,” ujar Subandi, sebagaimana diberitakan media sebelumnya.

Baca Juga:  Jukir Liar Kabur Saat Ditertibkan, Dishub DKI Sikat Parkir Liar di 15 Titik Jakarta

Besarnya jumlah warga yang harus mendapatkan perawatan membuat perhatian terhadap kasus tersebut meningkat.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap pasien serta menelusuri dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga.
Penyebab Masih Perlu Dipastikan
Meski peristiwa tersebut dikaitkan dengan konsumsi menu MBG, penyebab pasti gangguan kesehatan para pasien perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi oleh pihak berwenang.

Karena itu, istilah dugaan keracunan digunakan sampai terdapat hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber maupun penyebab kejadian.

Penanganan terhadap pasien juga masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan. Kondisi para pasien menjadi perhatian utama sembari proses penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi dilakukan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga keamanan pangan sebelum makanan dikonsumsi penerima manfaat.

Catatan redaksi: Informasi jumlah pasien dan lokasi perawatan dalam artikel ini merujuk pada data yang diberitakan pada Kamis (3/9/2026) dan dapat berubah seiring pembaruan dari pemerintah daerah maupun fasilitas kesehatan.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung
Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata
Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan
Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tidak Terkait KM Arupadatu I
Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WIB

Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Minggu, 27 September 2026 - 14:56 WIB

Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB