PT Beringin Petroleum Energy Disegel di Panongan, Aktivitas Perusahaan Diduga Masih Berjalan

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panongan, Kabupaten Tangerang, FaktaMerah.com – PT Beringin Petroleum Energy kini tengah berada di bawah sorotan setelah petugas dinas departemen pengawasan melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan memasang garis penyegelan (police line) di area perusahaan.

Manajemen mengakui sedang melengkapi dokumen administrasi yang dinyatakan belum terpenuhi, namun menegaskan kekhawatiran atas nasib pekerja lokal jika kegiatan dihentikan total.
“Kami ini usaha kecil dan punya tanggung jawab terhadap karyawan. Di sini hanya ada enam orang, saya sebagai admin, dan pekerja lainnya juga warga sekitar sini,” kata Bu Dian, admin PT Beringin Petroleum Energy, kepada wartawan saat ditemui di lokasi.

Penyegelan oleh dinas pengawasan umumnya mengindikasikan adanya pembatasan atau larangan aktivitas operasional di area yang ditandai. Namun, muncul kontradiksi dalam pemantauan lapangan: sejumlah pihak menuding aktivitas perusahaan tetap berlangsung meski police line terpasang. Media kemudian menanyakan apakah perusahaan mendapat izin atau dispensasi khusus untuk melanjutkan operasi selama proses pemeriksaan berlangsung. Pernyataan resmi dari dinas pengawasan terkait hal ini belum diperoleh.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manajemen PT Beringin Petroleum Energy mengaku tidak menutup diri terhadap proses pengawasan dan sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melengkapi persyaratan administrasi. “Betul, saat ini memang ada pemeriksaan, pengawasan, dan penyegelan dari pihak dinas departemen pengawasan,” ujar Bu Dian.

Baca Juga:  Pesan Komedian Senior Prapto Pempek untuk Rekan Artis Pasca Operasi Batu Empedu

Sementara itu, publik menuntut transparansi: apakah penyegelan bersifat administratif (misalnya kekurangan dokumen izin) atau terkait pelanggaran teknis yang berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan kerja. Jika penyegelan bersifat penangguhan operasional penuh, maka pertanyaan muncul mengenai mekanisme perlindungan sosial dan kompensasi bagi pekerja yang menggantungkan hidup dari perusahaan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas departemen pengawasan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai:
Status hukum penyegelan (sementara atau permanen).
Jenis pelanggaran administrasi atau teknis yang ditemukan.

Apakah ada dispensasi atau izin terbatas yang diberikan kepada perusahaan untuk terus beroperasi.
Tindakan lanjutan yang akan diambil terhadap perusahaan jika dokumen tidak dipenuhi.
Kepolisian setempat dan aparat penegak hukum lain juga belum memberikan pernyataan apakah ada unsur pidana dalam pemeriksaan ini.

Analisis singkat: Kasus ini memuat dua dimensi yang saling berhadapan—kepatuhan administrasi dan tanggung jawab sosial ekonomi. Jika dinas pengawasan memang menemukan pelanggaran serius, penegakan aturan harus dijalankan demi keselamatan publik dan lingkungan. Namun jika penyegelan bersifat administratif ringan, perlu ada mekanisme penangguhan yang melindungi pekerja tanpa mengabaikan kepatuhan hukum.

Media akan terus mengupayakan konfirmasi resmi dari dinas departemen pengawasan dan pihak perusahaan. Pembaca diimbau mengikuti perkembangan untuk mendapatkan penjelasan yang utuh.

Loading

Penulis : Hendrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung
Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata
Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan
Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tidak Terkait KM Arupadatu I
Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WIB

Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Minggu, 27 September 2026 - 14:56 WIB

Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB