Tak Ingin Konflik Berlarut, Warga Adat Senibung Tempuh Dialog dengan PT DSU

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG, FAKTAMERAH.COM Paguyuban Masyarakat Hukum Adat Ketungau Hilir Desa Senibung menyerahkan dokumen laporan terkait persoalan penguasaan tanah yang mereka klaim sebagai tanah adat kepada PT Duta Sejahtera Utama (DSU), di wilayah Ketungau Hilir, Desa Senibung, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (10/8/2026).

Penyerahan dokumen tersebut dilakukan oleh Ketua Paguyuban Masyarakat Hukum Adat Ketungau Hilir Desa Senibung, Andreas Lacu. Dokumen diterima oleh perwakilan PT DSU di wilayah Ketungau Hilir untuk selanjutnya diteruskan kepada pimpinan perusahaan.

Berdasarkan tanda terima dokumen tertanggal 10 Agustus 2026, laporan tersebut berisi permohonan penyelesaian atas persoalan penguasaan tanah yang dipandang masyarakat sebagai tanah adat. Dalam dokumen itu, masyarakat juga mengusulkan mekanisme tukar guling lahan sebagai salah satu opsi penyelesaian.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanda terima mencatat bahwa dokumen diterima oleh perwakilan PT DSU Wilayah Ketungau Hilir dan akan disampaikan kepada General Manager untuk mendapat perhatian serta tindak lanjut.

Andreas mengatakan, penyerahan dokumen merupakan upaya masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara resmi sekaligus membuka ruang dialog dengan pihak perusahaan.

“Kami menyampaikan laporan ini dengan harapan persoalan yang ada dapat dibicarakan bersama. Kami ingin mencari jalan penyelesaian yang baik, adil, dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” kata Andreas.

Menurut dia, masyarakat tidak menghendaki persoalan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Karena itu, paguyuban memilih menyampaikan laporan melalui mekanisme resmi dan mengedepankan komunikasi.

Andreas mengatakan, masyarakat berharap pihak perusahaan dapat mendengarkan aspirasi mereka, termasuk pandangan mengenai sejarah, hubungan adat, dan keterikatan masyarakat terhadap tanah yang mereka perjuangkan.

“Bagi masyarakat adat, tanah bukan hanya soal luas atau batas. Ada sejarah keluarga, adat istiadat, dan hubungan dengan leluhur yang melekat di dalamnya. Karena itu, kami berharap persoalan ini dapat dibicarakan dengan kepala dingin dan hati terbuka,” ujarnya.

Dalam dokumen yang diserahkan, masyarakat mengusulkan penyelesaian melalui mekanisme tukar guling lahan. Menurut Andreas, opsi tersebut merupakan salah satu bentuk penyelesaian yang diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan perusahaan.

“Kami tidak datang untuk mencari pertentangan. Kami datang membawa permohonan penyelesaian. Kami berharap ada jalan keluar yang baik bagi masyarakat maupun perusahaan,” katanya.

Berdasarkan tanda terima yang diperlihatkan, pihak penerima dokumen tercatat sebagai perwakilan PT DSU Wilayah Ketungau Hilir. Nama penerima pada dokumen tersebut tertulis “DINNO Z. WALUYAN” dengan jabatan yang tercantum sebagai manager mitra perusahaan.

Baca Juga:  Ratusan Warga Padati Gerak Jalan Santai Meriahkan Milangkala Desa Rajamandalakulon ke-96 dan HUT RI ke-81

Dalam tanda terima tersebut juga disebutkan bahwa dokumen akan diteruskan kepada General Manager untuk memperoleh perhatian dan tindak lanjut.

Andreas berharap laporan yang telah disampaikan tidak berhenti pada proses administrasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan pertemuan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Kami berharap setelah laporan ini diterima, ada kesempatan untuk duduk bersama. Kami percaya persoalan yang sulit sekalipun bisa dicari jalan keluarnya kalau semua pihak mau mendengar dan memahami kepentingan masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat memilih jalur dialog dan musyawarah sebagai upaya awal dalam mencari penyelesaian.

Masyarakat juga berharap proses penyelesaian nantinya dapat memperhatikan kepentingan masyarakat adat, kepastian hukum, serta hubungan baik antara masyarakat dengan perusahaan.

Menurut Andreas, tanah yang diperjuangkan masyarakat memiliki nilai sejarah dan sosial bagi warga adat setempat. Karena itu, mereka berharap penyelesaian dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Yang kami harapkan sederhana. Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik. Kami ingin ada kepastian dan keadilan, tetapi kami juga ingin hubungan antara masyarakat dan perusahaan tetap baik,” kata Andreas.

Dengan diterimanya dokumen tersebut, Paguyuban Masyarakat Hukum Adat Ketungau Hilir Desa Senibung kini menunggu tindak lanjut dari PT DSU.

Penyerahan laporan tersebut menjadi langkah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara resmi sekaligus membuka ruang komunikasi guna mencari penyelesaian atas persoalan tanah yang mereka sampaikan melalui mekanisme dialog dan musyawarah.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan langsung dari manajemen PT Duta Sejahtera Utama mengenai substansi laporan maupun sikap perusahaan terhadap usulan penyelesaian yang disampaikan masyarakat. Konfirmasi dari pihak perusahaan penting untuk melengkapi pemberitaan dan memastikan informasi mengenai persoalan tersebut berimbang.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Kaltara Tutup Irau ke-12 Malinau, Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar
Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMKN 1 Jagara tentang Safety Riding dan Operasi Patuh Lodaya 2026
HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tekankan Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perbatasan
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMKN 4 Muna
Kapolres Kuningan Tinjau Pemadaman Karhutla di Kawasan TNGC
Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMAN 1 Mandirancan tentang Tertib Lalu Lintas
Kapolda Jabar Gelar Salat Jumat Keliling di Ujung Berung, Perkuat Silaturahmi dengan Warga
Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Malingping Berlangsung Khidmat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMKN 1 Jagara tentang Safety Riding dan Operasi Patuh Lodaya 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:27 WIB

HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Tekankan Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perbatasan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMKN 4 Muna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Kapolres Kuningan Tinjau Pemadaman Karhutla di Kawasan TNGC

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Sat Lantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMAN 1 Mandirancan tentang Tertib Lalu Lintas

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB