Warga Rawa Bamban Soroti Rencana Pembangunan Jembatan, Khawatir Ganggu Aliran Kali

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG, FAKTAMERAH.COM –Warga Kampung Rawa Bamban RT 004/RW 007, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan jembatan penyeberangan di kawasan bantaran kali yang disebut berkaitan dengan kebutuhan akses menuju area pabrik.

Warga meminta rencana pembangunan tersebut tidak dilaksanakan sebelum terdapat penjelasan terbuka, sosialisasi kepada masyarakat, serta kajian teknis dan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua RT 004, Mukman, mengatakan warga tidak mempersoalkan pembangunan sepanjang prosesnya memperhatikan kepentingan masyarakat, keselamatan warga, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak ingin kepentingan pabrik mengorbankan warga. Kalau jembatan ini dibangun, harus jelas peruntukannya, izinnya, dan dampaknya. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di sini justru menanggung akibatnya,” ujar Mukman.

Menurut Mukman, kondisi bantaran dan aliran kali perlu menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pembangunan dilakukan. Warga khawatir konstruksi maupun aktivitas kendaraan di sekitar jembatan dapat memengaruhi aliran air dan, apabila tidak dirancang dengan baik, berpotensi meningkatkan risiko genangan.

Sementara itu, pemerhati lingkungan Kampung Rawa Bamban, Usman, meminta Pemerintah Kota Tangerang dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Usman juga meminta informasi mengenai status perizinan, desain konstruksi, fungsi jembatan, serta hasil kajian teknis dan lingkungan apabila dokumen tersebut telah tersedia.

“Jangan sampai bantaran kali dikorbankan hanya demi mempermudah akses kepentingan tertentu. Kalau memang ada potensi menghambat aliran kali atau meningkatkan risiko banjir, pembangunan sebaiknya ditinjau terlebih dahulu berdasarkan kajian yang jelas,” kata Usman.

Ia menegaskan, warga tidak menolak pembangunan secara keseluruhan. Namun, menurutnya, pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak Tangkap Ikan Sapu-Sapu di 10 Kecamatan, Dipimpin Wali Kota Munjirin

Warga juga meminta agar setiap rencana pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat disosialisasikan secara terbuka.

“Kami bukan anti pembangunan. Tetapi jangan sampai masyarakat menjadi korban. Kepentingan warga, keselamatan, dan lingkungan harus diperhatikan,” ujar Usman.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak perusahaan maupun instansi pemerintah terkait mengenai detail rencana pembangunan jembatan, termasuk perizinan, desain konstruksi, dan hasil kajian dampak terhadap aliran kali.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan ke lokasi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat. Mereka meminta seluruh proses dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Catatan redaksi: Keberatan warga dalam pemberitaan ini merupakan pernyataan dari pihak yang bersangkutan. Penilaian mengenai dampak pembangunan terhadap aliran kali dan risiko banjir perlu didasarkan pada pemeriksaan serta kajian teknis dari instansi yang berwenang.

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungai Cilangkahan Diduga Tercemar, Warga Malingping Desak Pemerintah Turun Tangan
Pramono Anung Tegaskan Pemprov DKI Akan Umumkan Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal
PERUMDAM TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air
Pengelolaan Sampah Berbasis Warga di Grogol Utara Berbuah Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
SMK Bina Insani Pinang Gebrak Awal Tahun Ajaran dengan Semangat “Bersama Tumbuh, Bersama Berprestasi”
Perpisahan Penuh Haru di JNE Pusat, 19 Tahun Dedikasi Rita Franita Sumardi
125 Paket Jumat Berkah Dibagikan, Aksi Sosial Wartawan Alap-alap News Viral di Gondrong Tangerang
KLH Hentikan Operasional Pengolah Oli Bekas di Tangerang, Dugaan Pencemaran Lingkungan Diselidiki
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Warga Rawa Bamban Soroti Rencana Pembangunan Jembatan, Khawatir Ganggu Aliran Kali

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Sungai Cilangkahan Diduga Tercemar, Warga Malingping Desak Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Pramono Anung Tegaskan Pemprov DKI Akan Umumkan Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:20 WIB

PERUMDAM TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52 WIB

Pengelolaan Sampah Berbasis Warga di Grogol Utara Berbuah Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Berita Terbaru