KOTA TANGERANG, FAKTAMERAH.COM –Warga Kampung Rawa Bamban RT 004/RW 007, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan jembatan penyeberangan di kawasan bantaran kali yang disebut berkaitan dengan kebutuhan akses menuju area pabrik.
Warga meminta rencana pembangunan tersebut tidak dilaksanakan sebelum terdapat penjelasan terbuka, sosialisasi kepada masyarakat, serta kajian teknis dan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua RT 004, Mukman, mengatakan warga tidak mempersoalkan pembangunan sepanjang prosesnya memperhatikan kepentingan masyarakat, keselamatan warga, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak ingin kepentingan pabrik mengorbankan warga. Kalau jembatan ini dibangun, harus jelas peruntukannya, izinnya, dan dampaknya. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di sini justru menanggung akibatnya,” ujar Mukman.
Menurut Mukman, kondisi bantaran dan aliran kali perlu menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pembangunan dilakukan. Warga khawatir konstruksi maupun aktivitas kendaraan di sekitar jembatan dapat memengaruhi aliran air dan, apabila tidak dirancang dengan baik, berpotensi meningkatkan risiko genangan.
Sementara itu, pemerhati lingkungan Kampung Rawa Bamban, Usman, meminta Pemerintah Kota Tangerang dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.
Usman juga meminta informasi mengenai status perizinan, desain konstruksi, fungsi jembatan, serta hasil kajian teknis dan lingkungan apabila dokumen tersebut telah tersedia.
“Jangan sampai bantaran kali dikorbankan hanya demi mempermudah akses kepentingan tertentu. Kalau memang ada potensi menghambat aliran kali atau meningkatkan risiko banjir, pembangunan sebaiknya ditinjau terlebih dahulu berdasarkan kajian yang jelas,” kata Usman.
Ia menegaskan, warga tidak menolak pembangunan secara keseluruhan. Namun, menurutnya, pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Warga juga meminta agar setiap rencana pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat disosialisasikan secara terbuka.
“Kami bukan anti pembangunan. Tetapi jangan sampai masyarakat menjadi korban. Kepentingan warga, keselamatan, dan lingkungan harus diperhatikan,” ujar Usman.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak perusahaan maupun instansi pemerintah terkait mengenai detail rencana pembangunan jembatan, termasuk perizinan, desain konstruksi, dan hasil kajian dampak terhadap aliran kali.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan ke lokasi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat. Mereka meminta seluruh proses dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Catatan redaksi: Keberatan warga dalam pemberitaan ini merupakan pernyataan dari pihak yang bersangkutan. Penilaian mengenai dampak pembangunan terhadap aliran kali dan risiko banjir perlu didasarkan pada pemeriksaan serta kajian teknis dari instansi yang berwenang.
(Red)
![]()







