JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Unit Satuan Detasemen Keamanan (USDEK) Birawa Adi Guna Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menggelar Silaturahmi dan Konsolidasi Nasional di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan, Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (28/6/2026) malam. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyatukan arah pergerakan kader setelah terbentuknya kepengurusan nasional USDEK BIRAWA ADI GUNA.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri jajaran pengurus nasional USDEK BIRAWA ADI GUNA dan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis. Hadir dalam kesempatan itu Komandan Nasional USDEK Tatang Supriatna, Sekretaris Komando Heri Prathama, Wakil Kepala Bidang Kepala Staf Nasional Endang K, Wakil Kepala Bidang Pengamanan Organisasi Abdul Rochim, Sekretaris Jenderal DPP GPM Putra Naibaho, Pengurus GPM Kalimantan, serta Dewan Kehormatan DPP GPM Luhur.
Konsolidasi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta mempersiapkan berbagai agenda strategis organisasi di tingkat nasional maupun daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal DPP GPM Putra Naibaho menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh semangat persatuan, loyalitas, dan komitmen seluruh kader dalam menjalankan visi organisasi.
“Semangat kebersamaan harus terus kita jaga. Mari bersama-sama membangun dan membesarkan USDEK BIRAWA ADI GUNA agar menjadi organisasi yang semakin kuat, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Gerakan Pemuda Marhaenis,” ujar Putra Naibaho.
Sementara itu, Komandan Nasional USDEK BIRAWA ADI GUNA Tatang Supriatna menyampaikan bahwa konsolidasi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang profesional, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang baik antarwilayah akan memperkuat kemampuan organisasi dalam menjalankan fungsi pembinaan kader, pengamanan organisasi, pengawalan kegiatan, serta berbagai program sosial kemasyarakatan yang menjadi bagian dari pengabdian Gerakan Pemuda Marhaenis.
Melalui forum tersebut, seluruh pengurus juga berkomitmen memperkuat sinergi organisasi agar USDEK BIRAWA ADI GUNA mampu berkembang sebagai badan komando kader yang memiliki integritas, disiplin tinggi, semangat nasionalisme, serta menjunjung nilai-nilai Marhaenisme.
*Dibentuk Berdasarkan Keputusan Kongres XI GPM*
USDEK BIRAWA ADI GUNA merupakan badan atau sayap organisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Marhaenis yang dibentuk sebagai wadah pembinaan kader di bidang kedisiplinan, kepemimpinan, pengamanan, pengawalan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pembentukan USDEK BIRAWA ADI GUNA merupakan implementasi dari program organisasi yang diputuskan dalam Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis yang diselenggarakan di Jembrana, Bali, pada 5–6 Juni 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mencetak kader yang disiplin, militan, profesional, dan berjiwa nasionalis.
Nama USDEK diambil dari konsep perjuangan yang diperkenalkan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang terdiri atas Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia.
Sementara itu, nama BIRAWA ADI GUNA mengandung makna filosofis sebagai kader yang berani, tangguh, berwibawa, menjadi teladan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
*Resmi Miliki Kepengurusan Nasional*
Keberadaan USDEK BIRAWA ADI GUNA diperkuat melalui Surat Keputusan Nomor 012/1.2/DPP.GPM/VI/2026 tentang Pengesahan Susunan Pengurus Badan Koordinasi Nasional (BAKORNAS) Unit Satuan Detasemen Keamanan (USDEK) yang ditandatangani Ketua Umum GPM Arya Wedakarna dan Sekretaris Jenderal DPP GPM Putra Naibaho pada 25 Juni 2026.
Melalui keputusan tersebut, Tatang Supriatna ditetapkan sebagai Komandan Nasional USDEK BIRAWA ADI GUNA bersama jajaran kepengurusan nasional yang berjumlah 17 orang sebagai implementasi program organisasi Gerakan Pemuda Marhaenis.
USDEK BIRAWA ADI GUNA diharapkan menjadi garda terdepan dalam pembinaan kader yang berintegritas, berkarakter, disiplin, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, ajaran Marhaenisme, dan cita-cita perjuangan Bung Karno dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
Kegiatan konsolidasi nasional di Kota Tua Jakarta menjadi langkah awal memperkuat koordinasi organisasi pasca-terbentuknya kepengurusan nasional sekaligus menegaskan komitmen USDEK BIRAWA ADI GUNA untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat. (rls/USDEK).
![]()







