Roni Maulana Arsy Ajak Wartawan Dukung Sosialisasi Program Sekolah Hybrid Disdik Jabar

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, FAKTAMERAH.COM – Praktisi media Roni Maulana Arsy mengajak insan pers di Jawa Barat maupun Indonesia untuk berperan aktif menyosialisasikan Program Sekolah Hybrid yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Ajakan tersebut disampaikan melalui peluncuran Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat, sebuah inisiatif yang bertujuan memperluas literasi pendidikan agar informasi mengenai akses pendidikan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurut Roni, wartawan memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Ia menilai peran media tidak hanya sebatas memberitakan peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai program pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.

“Melalui pemberitaan yang benar dan edukatif, wartawan dapat menjadi bagian dari solusi dalam memperluas akses pendidikan. Jangan sampai ada anak kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah hanya karena keluarganya tidak mengetahui adanya program ini,” ujar Roni dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Sekolah Hybrid merupakan layanan pendidikan jenjang SMA yang diselenggarakan Disdik Provinsi Jawa Barat melalui skema SMA Terbuka dengan sistem pembelajaran hybrid, yaitu perpaduan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran mandiri berbasis teknologi. Program ini ditujukan bagi lulusan SMP atau sederajat yang belum melanjutkan pendidikan, anak putus sekolah, maupun masyarakat yang memiliki kendala mengikuti pendidikan reguler.

Melalui program tersebut, peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku dan berhak mendapatkan ijazah setelah memenuhi persyaratan kelulusan.

Roni menjelaskan, Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru ataupun menjadikan wartawan sebagai tenaga pendidik. Gerakan tersebut, kata dia, merupakan ajakan kepada insan pers untuk menjalankan fungsi edukatif melalui penyebaran informasi yang benar mengenai Program Sekolah Hybrid.

Baca Juga:  Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Lokasi Galian C Ilegal serta Dugaan Keterlibatan Oknum PWI Cianjur Dilaporkan ke Polres Cianjur

“Wartawan dapat membantu masyarakat memahami tujuan program, mekanisme pembelajaran, persyaratan pendaftaran, legalitas ijazah, hingga manfaat yang diperoleh peserta didik. Guru tetap memiliki peran utama dalam proses pembelajaran, sedangkan wartawan memastikan informasi resmi sampai kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak perusahaan media, organisasi profesi wartawan, komunitas jurnalis, editor, kepala biro, kontributor, dan seluruh insan pers untuk mendukung sosialisasi Program Sekolah Hybrid agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh sejauh mana informasi dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

“Mari jadikan profesi wartawan bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penyambung harapan. Jika setiap wartawan mampu membantu satu anak kembali bersekolah melalui informasi yang disampaikannya, maka kita telah ikut berkontribusi membangun masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Melalui Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat, Roni berharap semakin banyak insan pers yang terlibat dalam memperkuat literasi pendidikan sekaligus mendukung upaya Disdik Provinsi Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Hybrid.

Gerakan tersebut mengusung tagline “Satu Wartawan, Satu Anak Kembali Bersekolah” sebagai ajakan moral bagi insan pers untuk memanfaatkan fungsi jurnalistik dalam menyebarluaskan informasi pendidikan kepada masyarakat.

(Levi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur SPPG Disorot, FRIC Lebak Kawal Rencana Sidak dan Verifikasi BGN
Perhutani KPH Randublatung Salurkan Bantuan TJSL Rp15 Juta untuk TK Tunas Rimba I
SMPN 50 Bandung Kembangkan Buruan SAE, Anggota Komisi X DPR RI Beri Apresiasi
Orang Tua Siswa Pertanyakan Pengumpulan Dana Rp50 Ribu di SMAN 2 Lembang, Komite Beri Penjelasan
Muhammad Ja’far Hasibuan Luncurkan Buku di UI, Kisah Berawal dari Modal Rp70 Ribu Jadi Sorotan
Lapangan SD Negeri Ciruas 5 Rusak dan Kerap Tergenang, Wali Murid Minta Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Segera Bertindak
Kepala SMAN 16 Bandung Klarifikasi Alasan Menginap di Sekolah, Orang Tua Minta Penjelasan Regulasi
SMAN 1 Majalaya Torehkan Prestasi di Tingkat Provinsi, Nasional, dan Kabupaten
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 05:25 WIB

Dapur SPPG Disorot, FRIC Lebak Kawal Rencana Sidak dan Verifikasi BGN

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Perhutani KPH Randublatung Salurkan Bantuan TJSL Rp15 Juta untuk TK Tunas Rimba I

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:25 WIB

SMPN 50 Bandung Kembangkan Buruan SAE, Anggota Komisi X DPR RI Beri Apresiasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Orang Tua Siswa Pertanyakan Pengumpulan Dana Rp50 Ribu di SMAN 2 Lembang, Komite Beri Penjelasan

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:44 WIB

Muhammad Ja’far Hasibuan Luncurkan Buku di UI, Kisah Berawal dari Modal Rp70 Ribu Jadi Sorotan

Berita Terbaru